Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Pendidikan Karakter Menjadi Salah Satu Solusi

Selasa, 19/02/2019 15:48:33

JAKARTA - Perilaku buruk siswa yang berani menantang guru dinilai sebagai salah satu bentuk kegagalan sistem pendidikan di Indonesia. Kondisi ini terjadi karena pendidikan selama ini dianggap hanya mengandalkan nilai akademisi semata, dibandingkan pendidikan karakter siswa.

Psikolog Anggia Chrisanti Darmawan mengungkapkan, mayoritas pendidikan di Indonesia masih berkiblat ke pemahaman otak kiri. Sekolah-sekolah kurang memerhatikan pendidikan adab perilaku, dan hanya sedikit sekolah yang berfokus pada pengembangan anak secara fitrah.

Secara umum pendidikan hanya difokuskan untuk belajar membaca, berhitung, dan menggambar, sejak anak duduk di bangku Taman Kanak-kanak hingga tingkat pendidikan menengah atas (SMA). Seluruh pendidikan yang diajarkan tersebut sepenuhnya merupakan pengembangan intelektual semata dan bersifat akademis.


Kasus siswa kekerasan fisik yang dilakukan murid terhadap guru di beberapa daerah di Indonesia, menjadi bukti lemahnya pendidikan karakter. Yang paling anyar adalah kasus seorang siswa di Gresik menantang gurunya karena tidak terima ditegur merokok di kelas saat jam pelajaran akan dimulai.

Menurut Anggia, pendidikan yang diajarkan di sekolah secara umum kurang mempelajari pentingnya adab atau pengembangan karakter.

“Sekolah hanya menjadi formalitas saja, guru dan murid hanya sebagai pengajar dan orang yang diajar, tidak ada kasih sayang di dalamnya. Tidak ada pula perasaan hormat kepada guru,”tutur Anggia kepada KORAN SINDO.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati mengungkapkan pihak sekolah harus melakukan penelitian lebih dalam mengenai latar belakang siswa yang melakukan kekerasan di sekolah. Karena bisa saja kebiasaan berperilaku buruk tersebut datang dari lingkungan keluarga atau lingkungan sosial siswa di luar sekolah.

“Bisa saja di lingkungan keluarganya mengumpat, memukul menjadi sebuah hal yang biasa. Sehingga dia meyakini bahwa hal seperti itu bukan tindakan yang salah,” jelasnya.

Rita juga menyebut, era disrupsi memberikan banyak pengaruh untuk kematangan emosi anak yang belum teruji. Hal ini akibat dari diabaikannya penguatan karakter anak. “Orangtua lebih fokus dalam hal pendidikan hanya dilihat dari nilai saja dan bukan perasaan anak. Orangtua tidak melihat bagaimana dia di sekolah, bagaimana keadaan lingkungan sekolah, atau mungkintidak mengetahui situasi kondisi di sekolah anaknya,” tutur Rita.

Staf Ahli Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ari Budiman mengatakan, sistem pendidikan di Tanah Air dengan berbagai kebijakan sudah sesuai dengan kebutuhan masa kini. Terlebihlagi kurikulum 2013 memiliki ruh atau spirit pendidikan karakter. Artinya, pendidikan ini mendorong siswa di kemudian hari menjadi manusia berakhlak, memiliki hati yang mulia, dan berbudi pekerti.

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87/2017 pendidikan karakter ini meliputi religius, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas. Ari mencermati, kini dalam dunia pendidikan, mungkin sekolah lebih menerapkan punishment (hukuman) dibanding reward (penghargaan) kepada siswa. Hal itu sering berdampak orangtua yang kurang menerima bila anaknya diberikan hukuman oleh sekolah. (Ananda Nararya)



https://nasional.sindonews.com/read/1379403/144/pendidikan-karakter-harus-imbangi-akademik-1550363074

Posting oleh Desi Eri K 10 bulan yang lalu - Dibaca 2692 kali

 
Tag : #MBS #PSm #pendidikankarakter #pendidikanakademik

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Kamis, 22/11/2018 16:05:48
APBN 2019, Anggaran Pendidikan Rp 492 Triliun, Terbesar untuk Agama

Pemerintah terus mengoptimalkan pendidikan untuk anak bangsa. Setiap tahun di APBN selalu dianggarkan 20 persen....

Senin, 12/11/2018 16:01:20
Asah Bakat Sejak Dini, Anak Tumbuh Jadi Remaja Hebat

Para orang tua didorong untuk bisa mengetahui dan memahami bakat yang dimiliki anak sejak dini. Dengan memiliki...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
6 tahun yang lalu - dibaca 24395 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
6 tahun yang lalu - dibaca 24680 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
6 tahun yang lalu - dibaca 28102 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
6 tahun yang lalu - dibaca 40430 kali
Info MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
6 tahun yang lalu - dibaca 68712 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
6 tahun yang lalu - dibaca 51594 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
6 tahun yang lalu - dibaca 76552 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
6 tahun yang lalu - dibaca 56990 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
4 tahun yang lalu - dibaca 54393 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
4 tahun yang lalu - dibaca 63846 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
6 tahun yang lalu - dibaca 55705 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
6 tahun yang lalu - dibaca 40607 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2019 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.58 Mb - Loading : 4.52711 seconds