Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah dari SMPN 4 Tenggarong Kaltim

Selasa, 10/03/2020 08:10:29
KOMPAS.com - Pengelolaan sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia harus dilaksanakan dengan prinsip manajemen berbasis sekolah ( MBS). MBS ini bisa ditunjukkan pengelola sekolah melalui kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas dalam pengelolaan sekolah. Selain itu, MBS juga sudah diatur dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penerapan MBS sudah diterapkan SMPN 4 Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Agus Suparmanto, sang kepala sekolah bersama warga sekolah menerapkan MBS dengan membuat tiga gerakan inspiratif. Dia melakukan perubahan dalam manajemen sekolah, pembelajaran, budaya baca, sampai melibatkan peran serta masyarakat. Baca juga: Belajar Nyata IPS, Siswa SDN Purwojati Telaah Masalah Kemiskinan di Desa Praktik baik MBS di sekolah ini mendapat apresiasi Prof Muchlas Samani, guru besar Universitas Negeri Surabaya, yang juga menjadi salah satu penggagas penerapan MBS di Indonesia. “Upaya yang dilakukan Kepala SMPN 4 Tenggarong bersama guru, komite sekolah, dan orangtua merupakan penerapan MBS yang benar. Praktik baik ini perlu dicontoh dan disebarkan,” kata Muchas setelah mengetahui praktik baik MBS di sekolah tersebut. Berikut adalah tiga gerakan inspiratif yang diterapkan Agus Suparmanto, Kepala SMPN 4 Tenggarong yang juga fasilitator MBS Program Pintar Tanoto Foundation. 1. Manajemen sekolah terbuka Manajemen terbuka, menurut Agus langkah awal yang harus dilakukan sekolah bila mau melibatkan masyarakat dalam mengembangkan sekolah. Salah satu cara untuk melakukan manajemen terbuka adalah dengan melakukan pendekatan dengan komite dan orangtua siswa. Misalnya ketika menyusun program sekolah, dia melibatkan komite sekolah dan orangtua. Selama rapat, mereka bersama-sama menyusun program dan perkiraan dana-dana yang dibutuhkan dan sumber dananya. Semua dilakukan secara terbuka. Salah satu tantangan membangkitkan peran serta masyarakat adalah pengertian masyarakat yang salah tentang program pendidikan gratis. “Banyak anggota masyarakat yang menganggap bahwa sekolah tidak lagi membutuhkan peran serta masyarakat karena semua sudah ditanggung pemerintah. Padahal yang ditanggung hanya dana operasional sekolah, masih banyak aspek-aspek lain yang perlu dibantu masyarakat, terutama terkait langsung dengan kebutuhan siswa itu sendiri dan lingkungan sekolah,” ujarnya Misalnya, dalam masalah lingkungan, sekolah memiliki lahan yang amat luas, lebih dari dua hektar. “Nah itu kan tidak ditanggulangi oleh dana BOS bagaimana memberdayakan lahan yang luas tersebut, padahal bisa menjadi sumber belajar siswa yang amat besar. Akhirnya kami bersama-sama sepakat, salah satunya untuk membuat program satu warga sekolah satu pohon,” ujar Agus. 2. "Jumpa Kopi" tingkatkan minat baca Salah satu program dijalankan sekolah adalah program literasi. SMPN 4 Tenggarong kemudian membuat salah satu program yang disebut dengan "Jumpa Kopi". Jumpa Kopi adalah akronim dari Jumat Pagi Koleksi Pindah. Program ini adalah strategi membuat koleksi buku di pojok baca ruang kelas SMPN 4 Tenggarong terasa selalu baru. Program ini dilaksanakan setiap Jumat pagi selepas para siswa melakukan senam pagi. Dikoordinir masing-masing pengurus kelas, para siswa setiap kelas menukarkan koleksi buku bacaan di pojok-pojok baca kelas dengan kelas lainnya. Misalnya, kelas VIIA bertukar koleksi buku dengan kelas VIIB, VIIC bertukar dengan VIIIA, IXA dengan IXB dan seterusnya. 2. Terapkan SIMAK Program SIMAK atau Sinergi Interaksi Memantau Aktif Pembelajaran di Kelas dipandang sebagai terobosan supervisi pembelajaran yang selama ini terasa kaku. Agus Suparmanto ingin supervisi bersifat lebih humanis, ada kesetaraan antara dia dengan gurunya karena tujuan supervisi menurutnya adalah pembinaan. Baca juga: Pohon Natal Persatuan Thamrin Libatkan 1.000 Siswa SD Tarakanita “Yang konvensional, biasanya guru dipanggil, kemudian kepala sekolah membuat check list dan menilai guru yang sedang mengajar. Itu membuat ada jarak antara guru dan kepala sekolah,” ujar Agus. Untuk itu, Agus mengadakan supervisi dengan cara team teaching atau mengajar bersama. “Ini agak ribet sebenarnya dibandingkan kita melakukan supervisi konvensional, karena kita lihat dulu perencanaan mengajarnya, kita lakukan simulasi bersama, kemudian kita lakukan mengajar bersama di kelas. Hanya perubahan dalam pembelajaran lebih terlihat nyata,” katanya lagi. Dia sering menemukan antara RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) para guru tidak sesuai dengan pelaksanaannya. Ada juga guru yang hanya mengajar di kelas. Siswa tidak diajak langsung belajar di kehidupan nyata. “Jadi waktu pembelajaran IPA tentang tumbuhan itu, saya minta guru untuk langsung mengkoneksikan dengan kehidupan nyata. Akhirnya RPP kami ubah bersama sama. Pada waktu praktik, anak-anak pergi ke kebun sekolah, langsung mengidentifikasi tumbuhan, mengelompokkan berbagai macam tumbuhan, misalnya berdasarkan daunnya yang menyirip, sejajar, melengkung dan sebagainya,” ujarnya. Inisiatif yang dilakukan kepala sekolah kini sudah bisa dilihat hasilnya. Para guru semakin termotivasi menerapkan pembelajaran aktif. Pajangan hasil karya siswa juga sudah bertebaran di semua kelas. Berdampak pada Kepercayaan Masyarakat Lihat Foto Pojok baca di kelas yang diperkaya dengan buku-buku bacaan dukungan dari orangtua siswa di SMPN 4 Tenggarong, Kaltim. Perubahan yang terjadi di sekolah ternyata membuat orangtua siswa yang bergabung dalam paguyuban kelas bersemangat membantu program-program sekolah. Orangtua dilibatkan sekolah mulai dari menyusun perencanaan, pelaksanaan, sampai melakukan evaluasi program sekolah. Mereka yang sebelumnya tidak pernah terlibat dalam program sekolah, kini sudah terlibat aktif. Mulai dari pembuatan pojok baca kelas, taman membaca, sampai menanam pohon untuk menata keasrian sekolah. Termasuk membantu menyediakan kebutuhan pembelajaran aktif untuk anak-anaknya di kelas.


sumber (https://edukasi.kompas.com/read/2019/12/30/17562971/3-inspirasi-manajemen-berbasis-sekolah-dari-smpn-4-tenggarong-kaltim?page=all)

Posting oleh Desi Eri K 8 bulan yang lalu - Dibaca 2399 kali

 
Tag : #MBS #PSM #manajemensekolah

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Jum'at, 23/10/2020 17:22:51
Mengembangkan Kompetensi Kepala Sekolah di Masa Pandemi

Tidak hanya Belajar dari Rumah (BDR), kepala sekolah itu penuh tantangan dan peluang untuk mengembangkan kompetensinya....

Senin, 12/10/2020 10:45:00
ANALISIS DAMPAK ANJURAN PEMERINTAH TERHADAP BELAJAR DI RUMAH BAGI PELAKU PENDIDIKAN

Dunia sedang mengalami pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Penerapan kebijakan Work From Home (WFH)...

7 Pilar MBS
MBS portal
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
  Tujuh pilar MBS yaitu kurikulum dan pembelajaran, peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, hubungan sekolah dan masyarakat, dan budaya dan lingkungan sekolah. Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan...
Informasi Terbaru
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
7 tahun yang lalu - dibaca 76927 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
7 tahun yang lalu - dibaca 57898 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
7 tahun yang lalu - dibaca 86452 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
7 tahun yang lalu - dibaca 63867 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
5 tahun yang lalu - dibaca 62580 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
5 tahun yang lalu - dibaca 71901 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
7 tahun yang lalu - dibaca 62783 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
7 tahun yang lalu - dibaca 46103 kali
Info MBS
3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah...
3 minggu yang lalu - dibaca 162 kali
Melihat Kendala Terberat Saat Membuka Kembali Sekolah di Masa Pandemi
Melihat Kendala Terberat Saat Membuka...
2 bulan yang lalu - dibaca 613 kali
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak Harus Terbebani Target Kurikulum
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak...
3 bulan yang lalu - dibaca 695 kali
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi 
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi 
3 bulan yang lalu - dibaca 685 kali
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam Pelaksanaan Belajar Dari Rumah
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua...
4 bulan yang lalu - dibaca 1259 kali
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan Kurikulum
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud...
4 bulan yang lalu - dibaca 1269 kali
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan...
4 bulan yang lalu - dibaca 1460 kali
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI Usul Kurikulum Sekolah Era Pandemi Covid-19
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI...
5 bulan yang lalu - dibaca 1953 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2020 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.55 Mb - Loading : 0.67649 seconds