Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Jembatani Kompetensi Siswa dengan Kebutuhan Pelaku Dunia Usaha

Minggu, 28/10/2017 07:10:16

37DUDIDUDi.jpg


JawaPos.com – JAPFA Foundation sejak 2015 berkelanjutan memfokuskan diri pada pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang agribisnis dan agroteknologi. Bentuknya pendampingan peserta pendidik berupa praktek kerja lapangan (PKL), menciptakan ruang jejaring dan berbagi antar kepala sekolah, kursus Bahasa Inggris, hingga bantuan biaya pendidikan dalam bentuk beasiswa prestasi SMK bidang agribisnis dan agroteknologi.

Pada 2017 JAPFA Foundation berencana mendukung pelaksanaan praktek kerja usaha. Caranya, menghubungkan kebutuhan praktik di SMK-SMK dengan unit-unit dari JAPFA Group beserta seluruh anak perusahaannya.

Senior Program Manager dari JAPFA Foundation, Wahono Kolopaking,di sela FGD (forum group discussion) yang berlangsung di Hotel Harris Jakarta, mengatakan, PKL merupakan program magang peserta didik di SMK bidang agribisnis dan agroteknologi di industri, maupun masyarakat. PKL ini bertujuan agar peserta mendapatkan pengetahuan praktis dan keterampilan lapangan terkait program studi keahlian yang ditekuni.

''Diharapkan dengan PKL, peserta didik berhasil meningkatkan keterampilan sekaligus daya saing sumberdaya manusia,'' ujarnya. Sebagai langkah awal memulai program ini, ungkap Wahono, dilakukan koordinasi dalam rangka menyatukan persepsi program PKL antara lembaga pendidikan yang dimaksud dengan pelaku DUDI (dunia usaha dan dunia industri).

Forum diskusi ini dapat menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri. Pembahasan yang dilakukan dalam forum diskusi ini antara lain adalah agar setiap peserta dapat bersama memahami manajemen praktek kerja, permasalahan yang ada pada praktek kerja, dan juga solusi terhadap permasalahan tersebut.

Selain itu, forum ini juga diharapkan dapat membahas mengenai solusi kreatif dari kelengkapan dari sarana dan prasarana praktek kerja di sekolah, sekaligus dapat menjembatani proses penyambungan di antara kesenjangan teknologi yang ada.

''Hal ini merupakan target tercapainya kelak grand design dan roadmap pendidikan SMK jurusan Agribisnis dan Agroteknologi oleh JAPFA Foundation,'' tambah Wahono.

Adapun peserta FGD yakni, SMK-SPP Negeri Pelaihari Tanah Laut Kalimantan Selatan; SMK Farming Pati Jawa Tengah; SMK Hasanudin Kandanghaur Indramayu Jawa Barat; SMKN 01 Cangkringan Sleman Jawa Tengah; SMKN 01 Kalibagor Banyumas Jawa Tengah; SMKN 01 Plosoklaten Kediri Jawa Timur; SMKN 02 Purbalingga Jawa Tengah; SMKN 02 Subang Jawa Barat; SMK-PP Putra Jaya Stabat Langkat Sumatera Utara; SMKN 4 Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan; SMKN 1 Tambaloka Sumba Barat Daya NTT; SMKN 1 Negerikaton Pesawaran Lampung; SMKN 2 Negara Jembrana Bali.

Sementara itu, Syamsuri, Kepala SMK-SPP Negeri Pelaihari Kalimantan Selatan, satu diantara peserta FGD, mengatakan, FGD ini cukup penting dilakukan sehingga lebih mendekatkan kompetensi siswa dengan kebutuhan pelaku dunia usaha/industri. Bahkan, mengatasi gap antara DUDI dengan sekolah.

''Ini juga akan membantu siswa untuk pelaksanaan PKL, membangun disiplin dan etos kerja para siswa termasuk magang bagi guru produktif serta membantu kendala sarana prasarana di sekolah,'' tukasnya.


sumber (https://www.jawapos.com/read/2017/10/23/164246/jembatani-kompetensi-siswa-dengan-kebutuhan-pelaku-dunia-usaha)

Posting oleh Desi Eri K 3 tahun yang lalu - Dibaca 7874 kali

 
Tag : #MBS #PSM #peranpendidikan #SMK #duniausaha #duniaindustri

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 06/07/2020 08:51:06
Pandemi, Pendidikan, dan Persaingan Privilese

Jakarta -  Pandemi telah mengakar sampai ke semua lini dan memang telah menyeret kita pada dimensi yang berbeda....

Senin, 29/06/2020 07:40:24
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam Pelaksanaan Belajar Dari Rumah

Pandemi covid-19 di Indonesia, membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menerapkan sistem...

7 Pilar MBS
MBS portal
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
  Tujuh pilar MBS yaitu kurikulum dan pembelajaran, peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, hubungan sekolah dan masyarakat, dan budaya dan lingkungan sekolah. Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan...
Informasi Terbaru
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
7 tahun yang lalu - dibaca 73306 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
7 tahun yang lalu - dibaca 55093 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
7 tahun yang lalu - dibaca 82172 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
7 tahun yang lalu - dibaca 60953 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
5 tahun yang lalu - dibaca 59430 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
5 tahun yang lalu - dibaca 68589 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
7 tahun yang lalu - dibaca 59731 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
7 tahun yang lalu - dibaca 44085 kali
Info MBS
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam Pelaksanaan Belajar Dari Rumah
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua...
1 minggu yang lalu - dibaca 64 kali
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan Kurikulum
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud...
2 minggu yang lalu - dibaca 109 kali
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan...
3 minggu yang lalu - dibaca 203 kali
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI Usul Kurikulum Sekolah Era Pandemi Covid-19
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI...
4 minggu yang lalu - dibaca 265 kali
3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah...
4 bulan yang lalu - dibaca 782 kali
Mendikbud Tetapkan Empat Pokok...
6 bulan yang lalu - dibaca 1643 kali
PPDB 2019 SMP Sistem Zonasi, Nilai USBN...
1 tahun yang lalu - dibaca 5451 kali
Penghapusan Ujian Nasional Tak Otomatis...
1 tahun yang lalu - dibaca 5908 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2020 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.51 Mb - Loading : 7.41139 seconds