Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

16 SD/MI di Jombang Mitra USAID Prioritas, Ikuti Pelatihan Modul III

Senin, 21/11/2016 15:15:23

38MI.jpg


JOMBANG, (kabarjombang.com) – USAID Prioritas, Rabu dan Kamis (7-8/9/2016), melatih 80 komponen sekolah yang terdiri dari satu kepala sekolah, dua komite sekolah, dan dua Guru SD/MI di Kecamatan Diwek dan Bareng, Kabupaten Jombang.

Dari enam belas sekolah yang merupakan mitra USAID Prioritas tersebut, mereka dilatih Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dengan menggunakan Modul III untuk dapat mengembangkan pemahaman tentang budaya baca di sekolah, mengevaluasi kemajuan pembelajaran, manajemen sekolah, dan peran serta masyarakat (PSM).

Koordinator USAID Prioritas Kabupaten Jombang, Saifulloh mengatakan, pelatihan modul III tersebut diikuti oleh mereka yang sudah melaksanakan pelatihan modul I dan modul II sebelumnya.Di modul III ini, lanjut Syaifullah, bagaimana sekolah melihat kemajuan yang sudah dilakukan.

“Masing-masing pihak memiliki peran. Ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru, kepala sekolah, pengawas dan komite sekolah dalam mengelola sekolah yang lebih baik dan bermutu,” ungkapnya, di SMAN 3 Jombang, Rabu (7/9).

Sementara Dyah Haryati Puspita Sari, Whole School Development (Spesialis Pengembang Sekolah Menyeluruh) USAID Prioritas Jawa Timur mengatakan, pelatihan modul III ini merupakan modul terakhir dari rangkaian pelatihan modul I dan II. Fokusnya, pertama yakni meningkatkan sinergi antara pihak kepala sekolah, guru dan komite sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Dan kedua, melanjutkan budaya baca yang sudah dikembangkan di modul II.

Pada bagian evaluasi dan monitoring di modul III ini diketahui, keenam belas sekolah sudah menerapkan 15 menit membaca sebelum pelajaran dimulai, melalui pemanfaatan perpustakaan sekolah dan sudut baca kelas. Selain itu, dalam pelatihan modul III ini, Keenam belas sekolah tersebut diberi sarana untuk menjelaskan secara tertulis terkait kegiatan budaya baca di sekolah, mengevaluasi kemajuan pembelajaran, manajemen sekolah, dan peran serta masyarakat (PSM). Selanjutnya dipajang di dinding ruangan pelatihan.

“Buku apa saja, bebas. Hal ini salah satu cara efektif untuk meningkatkan pembiasaan membaca dan keterampilan mencari informasi. Jadi ada perubahan sangat signifikan dari sebelum dan sesudah dilatih dan didampingi,” ujar Dyah.

Dyah juga berharap, dengan berakhirnya program USAID Prioritas pada 2017 ini, agar sekolah mitra terus menjalankannya, dan dikembangkan kepada sekolah non-mitra. “Tentunya dengan dukungan berbagai pihak, terutama Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. Dan tadi, Kabid Dikdasmen menyatakan siap mendukung melalui stategi diantaranya penguatan KKG (kelompok kerja guru) sebagai sarana untuk membahas atau menyebarluaskan praktik-praktik ini kepada sekolah mitra dan non mitra USAID Prioritas,” papar Dyah.

Sementara itu, Abdul Fattah, Kepala MI Al-Wathoniyah, Bareng, mengatakan, selama menjadi mitra, banyak inovasi yang sudah dilakukan sekolahnya, salah satunya dengan mendatangkan motivator dari Brazil. Tujuannya, agar anak didik termotivasi belajar bahasa Inggris dan hal lainnya. “Ini pentingnya peran serta masyarakat. Dimana, sekolah membutuhkan dukungan dari masyarakat demi mewujudkan kemajuan pembelajaran di sekolah,” katanya.

Senada dengan hal itu, salah satu guru SDN Grogol 1, Kecamatan Diwek, mengatakan, selama ini minat baca anak didik di sekolah mengalami peningkatan. Hal itu tidak lepas dari program Abat (aku baca, aku tahu) di sekolah itu.

“Sejak menjadi mitra USAID kita menerapkan program Abat, akronim dari aku baca, aku tahu. Teknisnya, murid diwajibkan membaca buku selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Selain itu di sekolah juga disediakan pojok baca,” ujar guru SDN Grogol.

Mahmudiono, Komite SDN Kedawong, Kecamatan Diwek, juga berpendapat hal sama. Dia mengatakan, jika selama ini ada pergeseran pemahaman bahwa komite hanya menjadi pelengkap sekolah. “Jadi kami ikut terlibat aktif dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Selain itu, kami juga memantau prilaku anak didik selama di luar sekolah, agar tidak menyimpang, dengan berkoordinasi dengan perangkat desa, seperti RT dan RW,” ujarnya. (rief)

Posting oleh Desi Eri K 6 tahun yang lalu - Dibaca 42989 kali

 
Tag : #MBS #PSM #gerakanliterasi #gerakancintabaca

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 08/03/2021 10:49:35
Digitalisasi Percepat Transformasi Layanan Pendidikan

JAKARTA - Sejak pandemi melanda, sekolah-sekolah diliburkan dan kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah....

Selasa, 02/03/2021 09:57:29
KESIAPAN MENGHADAPI PERUBAHAN PADA GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP JENIS BUDAYA DAN DUKUNGAN ORGANISASI

    Abstract: The study investigates the relation of the readiness for change of an elementary school...

7 Pilar MBS
MBS portal
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
  Tujuh pilar MBS yaitu kurikulum dan pembelajaran, peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, hubungan sekolah dan masyarakat, dan budaya dan lingkungan sekolah. Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan...
Informasi Terbaru
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
9 tahun yang lalu - dibaca 115118 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
9 tahun yang lalu - dibaca 90669 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
9 tahun yang lalu - dibaca 128989 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
9 tahun yang lalu - dibaca 98589 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
7 tahun yang lalu - dibaca 97651 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
7 tahun yang lalu - dibaca 116383 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
9 tahun yang lalu - dibaca 97083 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
9 tahun yang lalu - dibaca 75621 kali
Info MBS
3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah...
2 tahun yang lalu - dibaca 20541 kali
Melihat Kendala Terberat Saat Membuka Kembali Sekolah di Masa Pandemi
Melihat Kendala Terberat Saat Membuka...
2 tahun yang lalu - dibaca 22471 kali
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak Harus Terbebani Target Kurikulum
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak...
2 tahun yang lalu - dibaca 37971 kali
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi 
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi 
2 tahun yang lalu - dibaca 39432 kali
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam Pelaksanaan Belajar Dari Rumah
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua...
2 tahun yang lalu - dibaca 55821 kali
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan Kurikulum
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud...
2 tahun yang lalu - dibaca 35162 kali
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan...
2 tahun yang lalu - dibaca 31774 kali
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI Usul Kurikulum Sekolah Era Pandemi Covid-19
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI...
2 tahun yang lalu - dibaca 51675 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2022 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.52 Mb - Loading : 2.53548 seconds