Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Bimtek Manajemen Berbasis Sekolah Di Provinsi Bali

Selasa, 18/02/2014 09:15:19

43Provinsi Bali Kegiatan Pembelajaran.gif

Kegiatan pelatihan implementasi MBS-SD Tingkat Provinsi Bali tahun 2013 dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota se-Bali.

Implementasi MBS-SD di Provinsi Bali dilaksanakan dalam 2 (dua) bentuk yaitu: (1)  in-service dalam bentuk Bimbingan Teknis, dan (2) on-service dalam bentuk kegiatan monitoring dan evaluasi. Kegiatan in-service dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap yaitu: In-Service Tahap I. Kegiatan In-Service Tahap I dilaksanakan di Hotel Puri Nusa Indah Jalan Waribang Denpasar Timur selama 5 (lima) hari kerja mulai tanggal 18-22 Agustus 2013. In-Service Tahap II. Kegiatan In-Service Tahap II dilaksanakan di Hotel Puri Nusa Indah Jalan Waribang Denpasar Timur selama 5 (lima) hari kerja mulai tanggal 7-11 Oktober 2013. On-Service (kegiatan monitoring dan evaluasi) dilaksanakan selama 5 (lima) hari kerja mulai tanggal 6-11 November 2013. Kegiatan dilakukan pada 9 (sembilan) sekolah dasar di 9 (sembilan) kabupaten/kota di Provinsi Bali.

Instruktur/Narasumber selama kegiatan In-Service Implementas MBS-SD di Provinsi Bali tahun 2013, terdiri dari beberapa unsur yaitu: unsur Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Kepala UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Denpasar Selatan, Akademisi dari Perguruan Tinggi, Pengawas SD, dan Kepala SD yang memiliki kompetensi tentang MBS serta sudah di-training di Makassar Sulawesi Selatan tanggal 9-13 Juli 2013. Disamping itu pada kegiatan In_Service I kegiatan Bimtek didampingi juga oleh narasumber dari pusat yaitu Ibu Dr. Mustiningsih, M.Pd. dari Universitas Negeri Malang.

Peserta pada kegiatan Bimtek MBS-SD In-Service I  dan In-Service II Tingkat Provinsi Bali tahun 2013, terdiri dari unsur-unsur Pejabat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota, Pengawas, dan Kepala Sekolah yang berjumlah total 61 orang. Sedangkan untuk kegiatan monitoring dan evaluasi (On-Service) melibatkan 9 (sembilan) sekolah yang tersebar pada 9 (sembilan) Kabupaten/Kota se-Bali.

Strategi yang digunakan dalam pelaksanaan in-service I dan II bersifat aktif, partisipatif dan demokratis. Para peserta  dikondisikan aktif dan partisifatif  dalam kegiatan. Narasumber bertindak sebagai fasilitator bukan instruktur dan memandang peserta sebagai salah satu sumber dalam Bimbingan Teknis. Peserta banyak dilibatkan dalam diskusi dalam pengambilan kesimpulan. Kegiatan in-service I dan II ini menggunakan metode ceramah, paparan, diskusi, penugasan, kajian, presentasi, dan kerja kelompok.

Orientasi utama dalam in-service I dan II adalah peningkatan kemampuan dan keterampilan peserta dalam menjadi fasilitator yang akan dapat memfasilitasi pelaksanaan MBS di kabupaten/kota dan mendorong sekolah untuk melaksanakan MBS di sekolah. Oleh karena itu, kegiatan in-service I dan II lebih banyak berorientasi kepada apa yang akan terjadi di sekolah, dan semua itu dilatihkan dan dikembangkan selama Bimtek, bukan diceramahkan saja.

Produk yang dihasilkan dalam kegiatan in-service I dan II serta monitoring dan evaluasi MBS-SD Tingkat Provinsi Bali adalah sebagai berikut: (1) Program Kerja MBS yang akan dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota; (2) Identifikasi permasalahan dan solusinya terkait dengan 7 (tujuh) komponen MBS; (3) Perangkat instrumen supervisi dan evaluasi 7 (tujuh) komponen MBS; (4) Hasil kunjungan observasi lapangan sesuai dengan komponen yang diobservasi; dan (5) Data keterlaksanaan MBS-SD yang diperoleh melalui kegiatan monitoring dan evaluasi.

Dari 9 (sembilan) sekolah di Provinsi Bali yang dijadikan pilot projek, dapat dilihat bahwa sekolah telah melakukan manajemen peserta didik dengan kategori amat baik dengan rata-rata 85,63. Hal ini dapat dilihat dari 55,56% atau sebanyak 5 sekolah berada pada kategori amat baik dan 44,44% atau sebanyak 4 sekolah berada pada kategori baik. Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan dengan kategori amat baik dengan rata-rata 92,27. Hal ini dapat dilihat dari 88,89% atau sebanyak 8 sekolah berada pada kategori amat baik dan 11,11% atau sebanyak 1 sekolah berada pada kategori baik.

Manajemen sarana dan prasarana dengan kategori amat baik dengan rata-rata 87,12. Hal ini dapat dilihat dari 77,78% atau sebanyak 7 sekolah berada pada kategori amat baik dan 22,22% atau sebanyak 2 sekolah berada pada kategori baik.

Dapat dilihat bahwa sekolah telah melakukan manajemen pembiayaan dengan kategori amat baik dengan rata-rata 93,46. Hal ini dapat dilihat dari 88,89% atau sebanyak 8 sekolah berada pada kategori amat baik dan 11,11% atau sebanyak 1 sekolah berada pada kategori baik. Dapat dilihat bahwa sekolah telah melakukan peranserta dengan kategori amat baik dengan rata-rata 85,95. Hal ini dapat dilihat dari 77,78% atau sebanyak 7 sekolah berada pada kategori amat baik dan 22,22% atau sebanyak 2 sekolah berada pada kategori baik.

Dapat dilihat bahwa sekolah telah melakukan manajemen budaya dan lingkungan sekolah dengan kategori amat baik dengan rata-rata 89,16. Hal ini dapat dilihat dari 88,89% atau sebanyak 8 sekolah berada pada kategori amat baik dan 11,11% atau sebanyak 1 sekolah berada pada kategori baik.

Demikian pula secara umum dapat disimpulkan bahwa 9 (sembilan) sekolah yang dijadikan pilot projek telah melaksanakan MBS dengan amat baik meliputi 7 komponen. Hanya 1 sekolah atau 11,11% sekolah yaitu di Kabupeten Bangli yang berada dalam kategori baik, sementara 8 sekolah di kabupaten/kota lainnya yaitu 8 sekolah atau 88,89% berada dalam kategori amat baik.

Setelah dilakukan kegiatan implementasi program MBS-SD melalui kegiatan in-service dan on-service, maka dapat disampaikan beberapa simpulan dan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai pertimbangan di dalam pengelolaan program MBS dimasa yang akan datang.

Beberapa simpulan yang dapat dirumuskan dari hasil monitoring dan evaluasi adalah sebagai berikut. Melalui kegiatan in-service yang dilaksanakan sebanyak 2 tahap, pemahaman peserta terhadap substansi dan strategi implementasi MBS-SD dapat ditingkatkan. Peserta telah memiliki pengalaman melakukan observasi 7 komponen MBS melalui kegiatan observasi lapangan. Melalui kegiatan on-service, implementasi program MBS-SD yang dilakukan oleh Kepala Sekolah di Kabupaten/Kota di 9 (sembilan) kabupaten/kota di Provinsi Bali sudah dilaksanakan sesuai dengan juklak/juknis. Rata-rata hasil implementasi MBS-SD adalah sangat baik (A).
 
Berikut disampaikan beberapa rekomendasi terkait implementasi program MBS-SD di Provinsi Bali. (a) Hasil yang telah dicapai dalam kegiatan ini agar dipertahankan dan ditingkatkan lagi di masa yang akan datang; (b) Hal-hal positif yang telah dilaksanakan di sekolah ini agar diimbaskan ke sekolah lain, minimal di tingkat gugus bahkan bila memungkinkan di tingkat yang lebih luas lagi di tingkat kabupaten/kota; (c) Meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait terutama komite sekolah dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota; (d)Mengadakan pembinaan dan pengawasan secara terjadwal dan berkesinambungan dengan melibatkan para pengawas di lingkungan

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota; (e) Meningkatkan koordinasi dengan Bupati/Wali Kota agar kegiatan implementasi MBS dapat berlangsung sampai ke tingkat-tingkat gugus melalui program pengimbasan MBS; (f) Meningkatkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali untuk melanjutkan program implementasi MBS ke tingkat yang lebih luas.

Mensosialisaikan program-program yang akan dilaksanakan di tingkat pusat sampai ke tingkat Kab/Kota lebih awal, agar daerah dapat menyesuaikan program yang disusun sehingga sinkron dengan program pusat.

Posting oleh Teguh Triwiyanto 7 tahun yang lalu - Dibaca 25381 kali

 
Tag : #Provinsi Bali # Manajemen Berbasis Sekolah # Bimtek

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 30/11/2020 09:07:18
Pengembangan Budaya Organisasi Sekolah Swasta Unggul

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan budaya organisasi Sekolah Menengah Pertama Swasta...

Senin, 09/11/2020 08:38:41
Implementasi Kurikulum dan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Malang. Pandemi covid-19 rupanya tak kunjung membaik hingga memasuki tahun ajaran baru 2020/2021. Namun sudah terlihat...

7 Pilar MBS
MBS portal
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
  Tujuh pilar MBS yaitu kurikulum dan pembelajaran, peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, hubungan sekolah dan masyarakat, dan budaya dan lingkungan sekolah. Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan...
Informasi Terbaru
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
7 tahun yang lalu - dibaca 79068 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
7 tahun yang lalu - dibaca 59578 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
7 tahun yang lalu - dibaca 88759 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
7 tahun yang lalu - dibaca 65725 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
5 tahun yang lalu - dibaca 64388 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
5 tahun yang lalu - dibaca 73934 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
7 tahun yang lalu - dibaca 64605 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
7 tahun yang lalu - dibaca 47509 kali
Info MBS
3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah...
2 bulan yang lalu - dibaca 1048 kali
Melihat Kendala Terberat Saat Membuka Kembali Sekolah di Masa Pandemi
Melihat Kendala Terberat Saat Membuka...
3 bulan yang lalu - dibaca 1433 kali
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak Harus Terbebani Target Kurikulum
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak...
4 bulan yang lalu - dibaca 1583 kali
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi 
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi 
5 bulan yang lalu - dibaca 1492 kali
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam Pelaksanaan Belajar Dari Rumah
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua...
5 bulan yang lalu - dibaca 2303 kali
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan Kurikulum
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud...
5 bulan yang lalu - dibaca 2240 kali
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan...
6 bulan yang lalu - dibaca 2552 kali
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI Usul Kurikulum Sekolah Era Pandemi Covid-19
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI...
6 bulan yang lalu - dibaca 3159 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2020 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.5 Mb - Loading : 1.12471 seconds