Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Evaluasi Manajemen Layanan Khusus Pendidikan Ganda(PSG) atau Praktek Kerja Industri(PRAKERIN)

Senin, 08/12/2014 17:10:11

Manajemen menurut Stoner (dalam , Handoko, 1997: 8) adalah “sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organsiasi lainnya agar dapat tercapai tujuan dari organisasi yang telah ditetapkan” Sedangkan istilah layanan khusus menurut Wiyono (1999: 1) merupakan bidang garapan sekolah yang harus diatur atau dikelola.

Dilihat dari pengertian manajemen layanan khusus diatas , maka pengertian dari manajemen layanan khusus adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dari suatu bidang garapan yang ada di sekolah. Menurut Kusmintardjo (1991: 3) manajemen layanan khusus, “merupakan pengaturan atau penataan kegiatan yang diselenggrakan sekolah untuk melayani siswa dan personel lainnya, dalam rangka melengkapi usaha pencapaian tujuan pendidikan di sekolah”.   

Sedangkan Menurut Wiyono (Andriani. 2005: 10) menjelaskan bahwa manajemen layanan khusus di sekolah adalah “suatu proses kegiatan atau usaha untuk menata sumber daya manusia maupun sumber daya material di sekolah khususnya dalam bidang layanan khusus ... untuk mencapai tujuan pendidikan disekolah secara efektif dan efesien”.

Sebelum lebih jauh membahas tentang pengertian Pendidikan Sistem Ganda (PSG) terlibih dahulu mari kita menelaah penegertian Manajemen layanan khusus dalam sekolah yaitu sebagai berikut: Manajemen layanan khusus di sekolah ditetapkan dan di organisasikan untuk memudahkan atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah.

Pendidikan Sistem Ganda (PSG) Merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kejuruan yang secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan disekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung didunia kerja, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu. (Nasir, 1999: 21) mengatakan bahwa Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ialah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan kejuruan yang memadukan program pendidikan di sekolah dan program pelatihan didunia kerja yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan kejuruan.

            Tujuan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) Penyelenggaraan pendidikan dengan pendekatan PSG bertujuan: (1) menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja; (2) meningkatkan dan memperkokoh keterkaitan dan kesepadanan atau kecocokan (Link and Mattch) antara lembaga pendidikan dan pelatihan kejuruan dengan dunia kerja; (3) meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas profesional dengan memanfaatkan sumberdaya pelatihan yang ada didunia kerja; (4) memeberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan (Djojonegoro, 1999: 75).

            Dari penjelasan mengenai Pendidikan Sistem Ganda (PSG) maka sangat diperlukan mengenai evaluasi terhadap program Manajemen Layanan Khusus PSG tujuan evaluasi sendiri agar menegetahui bagaimana hasil penerapan PSG di lingkungan dalam maupun luar sekolah. 

Menurut Kufman dan Thomas (1980: 4) definisi dari evaluasi adalah proses yang digunakan untuk menilai. Hal senada dikemukakan oleh (Djaali, Mulyono dan Ramly, 2000: 3) mendefinisikan evaluasi dapat diartikan sebagai proses menilai sesuatu berdasarkan kriteria atau standar objektif yang dievaluasi. Selanjutnya (Sanders, 1994: 3) sebagai ketua The Joint Committe on Standar for Educational Evaluation mendefinisikan evaluasi sebagai kegiatan investigasi yang sistematis tentang kebenaran atau keberhasilan suatu tujuan.

            Berangkat dari pengertian di atas maka evaluasi dapat dipergunakan untuk memeriksa tingkat keberhasilan program berkaitan dengan lingkungan program dengan suatu “judgement” apakah program diteruskan, ditunda, ditingkatkan, dikembangkan, diterima atau ditolak.

            Evaluasi program PSG meliputi: (1) komponen masukan program PSG; dan (2) komponen proses program PSG. (1) Komponen masukan program PSG : mengevaluasi masukan berisi tentang persoalan yang berhubungan dengan kondisi apa yang ada sebelum program diimplementasikan dan faktor apa yang diperkirakan akan mempengaruhi. Evaluasi program masukan berorientasi pada suatu program yang dapat dicapai dan apa yang diinginkan, sub-sub komponen yang menjadi fokus dalam mengevaluasi masukan program pendidikan sistem ganda, terdiri dari: (1) sistem penerimaan atau rekruitmen siswa; (2) persyaratan adminstrasi guru mengajar; (3) kurikulum; (4) kalender pendidikan; (5) sarana prasaran; dan (6) Pembiayaan.

            Evaluasi yang ke (2) komponen proses program PSG: evaluasi proses adalah evaluasi yang dirancang dan diaplikasikan dalam proses praktek atau membimbing dalam implementasi kegiatan. Pelaksanaan evaluasi proses meliputi: (1) kegiatan pembelajaran disekolah;dan (2) kegiatan pelatihan industri.

            Tujuan evaluasi program PSG: (1) mengetahui efektifitas program PSG yang berhubungan dengan sistem rekriutmen peserta didik, persyaratan adminstrasi guru, kurikulum, realisasi kalender pendidikan, ketersediaan sarana prasarana di sekolah dan di industri sehingga dapat mendukung tercapainya tujuan yang ditetapkan, serta pembiayaan pelaksanaan program sisitem ganda. (2) mengetahui efektifitas program PSG yang berhubungan dengan penugasan guru dalam penyiapan administrasi atau bahan pembelajaran, penguasaan guru dalam kegiatan pembelajaran, interaksi guru dengan peserta didik dan pengelolaan praktek kerja industri disekolah. Sedangkan di industri mencakup; identitas industri, kompetensi instruktur dan proses praktek kerja siswa di industridalam pelaksanaan pada tahapan proses PSG.

 

32gambar.jpg

KESIMPULAN

            Manajemen layanan khusus merupakan pengaturan atau penataan kegiatan yang diselenggrakan sekolah untuk melayani siswa dan personel lainnya, dalam rangka melengkapi usaha pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Salah 1 sub dari manajemen layanan khusus yaitu pendidikan sistem ganda (PSG) yang mempunyai pengertian adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kejuruan yang secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan disekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung didunia kerja, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu.

           

Evaluasi merupakan suatu kegiatan atau aktifitas untuk memeriksa tingkat keberhasilan program berkaitan dengan lingkungan program dengan suatu “judgement” apakah program diteruskan, ditunda, ditingkatkan, dikembangkan, diterima atau ditolak.

            Dalam kaitan mengenai pendidikan sistem ganda (PSG) ada beberapa tahap evaluasi yang perlu dicapai yaitu: evaluasi (1) komponen masukan program PSG; dan evaluasi (2) komponen proses program PSG. Dalam tahap evaluasi pertama merupakan fokus dalam mengevaluasi masukan program pendidikan sistem ganda seperti: sistem penerimaan atau rekruitmen siswa. Tahap evaluasi ke 2 yaitu  komponen proses program PSG lebih di tujukan pada pengimplementasian program PSG dalam proses praktek atau membimbing dalam implementasi kegiatan.

 

DAFTAR RUJUKAN

-          Andriani, Eli. 2005. PERSEPSI STAF SEKOLAH TERHADAP KEEFEKTIFAN MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI KABUPATEN BOJONEGORO. Universitas Negeri Malang: Skripsi tidak diterbitkan.

-           Aryawiga, 2012. Manajemen Layanan Khusus Sekolah. (online), (http://aryawiga.wordpress.com/2012/02/17/manajemen-layanan-khusus-sekolah) di akses pada tanggal 10 september 2013.

Nasir, Bakri. Gagasan Pokok Pendidikan Sistem Ganda di Lima Sekolah Menengah Kejuruan, (PSG-5 SMK). Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Th, IV, No. 013, Juni 1998.

Posting oleh Idris Sulaiman 7 tahun yang lalu - Dibaca 33289 kali

 
Tag : #mbs # manajemen berbasis sekolah # pengertian mbs # arti mbs # definis mbs # elarning mbs # modul mbs # pelatihan mbs # video mbs # sejarah mbs

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 08/03/2021 10:49:35
Digitalisasi Percepat Transformasi Layanan Pendidikan

JAKARTA - Sejak pandemi melanda, sekolah-sekolah diliburkan dan kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah....

Selasa, 02/03/2021 09:57:29
KESIAPAN MENGHADAPI PERUBAHAN PADA GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP JENIS BUDAYA DAN DUKUNGAN ORGANISASI

    Abstract: The study investigates the relation of the readiness for change of an elementary school...

7 Pilar MBS
MBS portal
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
  Tujuh pilar MBS yaitu kurikulum dan pembelajaran, peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, hubungan sekolah dan masyarakat, dan budaya dan lingkungan sekolah. Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan...
Informasi Terbaru
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
8 tahun yang lalu - dibaca 90029 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
8 tahun yang lalu - dibaca 69219 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
8 tahun yang lalu - dibaca 101951 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
8 tahun yang lalu - dibaca 75646 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
6 tahun yang lalu - dibaca 74350 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
6 tahun yang lalu - dibaca 84500 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
8 tahun yang lalu - dibaca 73454 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
8 tahun yang lalu - dibaca 55808 kali
Info MBS
3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah...
1 tahun yang lalu - dibaca 5113 kali
Melihat Kendala Terberat Saat Membuka Kembali Sekolah di Masa Pandemi
Melihat Kendala Terberat Saat Membuka...
1 tahun yang lalu - dibaca 6251 kali
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak Harus Terbebani Target Kurikulum
Kemendikbud: Belajar dari Rumah Tidak...
1 tahun yang lalu - dibaca 6507 kali
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi 
Nasib Pelajar di Tengah Pandemi 
1 tahun yang lalu - dibaca 6464 kali
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam Pelaksanaan Belajar Dari Rumah
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua...
1 tahun yang lalu - dibaca 8833 kali
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan Kurikulum
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud...
1 tahun yang lalu - dibaca 7764 kali
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan...
1 tahun yang lalu - dibaca 8504 kali
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI Usul Kurikulum Sekolah Era Pandemi Covid-19
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI...
1 tahun yang lalu - dibaca 8677 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2021 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.49 Mb - Loading : 3.51105 seconds