Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Semangat Pancasila Anak Papua di Tengah Terbatasnya Akses Pendidikan

Rabu, 26/12/2018 11:01:42

59papuas.jpg


Garuda Pancasila, aku lah pendukungmu
Patriot proklamasi sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara, rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju, ayo maju maju, ayo maju maju"

Laporan Desyinta Nuraini

'Mars Pancasila' atau yang lebih dikenal dengan lagu 'Garuda Pancasila' itu terdengar dinyanyikan sangat lantang dari kejauhan, ketika JawaPos.com menyambangi Kampung Sauwandarek, Pulau Mansuar, Distrik/Kecamatan Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (13/12) lalu.

Semangat Pancasila Anak Papua di Tengah Terbatasnya Akses Pendidikan
Suasana di Kampung Sauwandarek, Pulau Mansuar, Distrik/Kecamatan Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (13/12) lalu. (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)

Logat yang khas dan suara yang indah seperti menjadi bakat alami bagi mereka yang lahir di Bumi Cendrawasih ini. Mendengarnya saja, JawaPos.com langsung berlari menghampiri pusat suara dengan lantunan nada yang memberi semangat nasionalisme.

Ternyata, suara-suara lantang dan renyah tersebut datang dari Taman Baca Kemala di Kampung Sauwandarek. Garuda Pancasila ciptaan Sudharnoto, komponis kelahiran Kendal, Jawa Tengah, 24 Oktober 1925 itu dinyanyikan puluhan anak yang mengenakan batik khas Papua, bercorak burung Kasuari.

Tak ada satupun yang diam, semua anak yang ada di Taman Baca itu bernyanyi seakan ingin menunjukkan performa terbaiknya. Mereka terlihat sangat antusias dan penuh semangat.

Bukan hanya si Garuda Pancasila, mereka juga kompak menyanyikan lagu nusantara lainnya yang berasal dari Papua, seperti 'Yamko Rambe Yamko" dan 'Apuse'. Tak ketinggalan, lagu khas anak yang tinggal di pulau dan melaut menjadi rutinitas, 'Nenek Moyangku Seorang Pelaut' juga dinyanyikan dengan lantangnya.

Ya, walaupun tinggal di pulau dan jauh dari perkotaan, anak-anak di Kampung Sauwandarek itu tetap mengenal jati dirinya sebagai anak bangsa Indonesia. Merah putih terpatri di jiwa mereka.

Mengabdi pada bangsa juga menjadi impian. Seperti Esmeralda, 12, bocah kelas 5 Sekolah Dasar (SD) yang memiliki impian menjadi dokter apabila besar nanti. Alasannya sederhana, dia ingin merawat keluarga dan penduduk di kampungnya.

"Nanti jadi dokter. Bapak sakit sa (saya) rawat, tetangga sa rawat," kata bocah yang masih sedikit bingung ketika diajak berbincang menggunakan Bahasa Indonesia ini.

Begitu pula dengan Rafael, 13, dia mengatakan ingin sekali bergabung di Korps Kepolisian Republik Indonesia (Polri). "Mau menjadi polisi seperti itu," kata dia sambil menunjuk Kapolres Raja Ampat AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo.

Namun sepertinya, anak-anak di Pulau Sauwandarek harus berusaha ekstra. Orang tua mereka harus merogoh kocek banyak untuk mewujudkan impian anak-anak itu.

Bagaimana tidak, pendidikan di kampung itu terbilang memprihatinkan. Hanya ada satu sekolah dan itupun Sekolah Dasar (SD).

Ingin menempuh pendidikan lebih tinggi lagi, mereka harus menyebrang pulau yang jaraknya hitungan jam dan biayanya tak murah. Sekali menyebrang, bisa merogoh kocek jutaan rupiah untuk menyewa kapal atau ratusan ribu sekali jalan.

Terkadang, impian itu hanya sebatas impian. Beberapa anak di pulau eksotis dengan pemandangan lautnya itu hanya menamatkan pendidikan di Sekolah Dasar. Mencari hidup dari hasil laut, menunggu turis datang, atau sekedar menjadi pemanjat dan pengupas kelapa.

Sungguh ironis memang. Pemandangan indah di pulau dengan biota laut melimpah, kontras dengan buruknya pendidikan yang terbatas.

Bahkan jika bicara pendidikan SD satu-satunya di pulau itu, menambah sedih hati mengingat tenaga pengajar pun minim. Mereka hanya diajari beberapa orang guru merangkap pendeta dari gereja yang lokasinya tak jauh dari tempat sekolah mereka.

Untung saja, ironi ini dilihat seorang badan pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas) Polres Raja Ampat Bripka Charles EK. Dia ingin anak selalu menumbuhkan semangat belajar anak-anak di kampung itu sebagai awal untuk menggapai cita-cita.

Mendapat dukungan Kapolres Raja Ampat AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo, Charles mendirikan taman baca di Kampung Sauwandarek. Walaupun terbilang baru beberapa bulan, anak-anak sangat antusias belajar di sana.

"Kami tergerak untuk membuat taman baca dan memberikan pelayanan bagi anak-anak menulis dan membaca," ujarnya.

Kehadiran taman baca itu juga didukung masyarakat sekitar. Benar saja, sekitar 60-75 anak datang setiap harinya untuk lebih mendalami ilmu di sana. "Kami mengajar sesuai dengan kurikulum yang dari Dinas Pendidikan," katanya.

Sementara itu, Edy mengatakan, tak hanya para pendeta, anggotanya juga dikerahkan untuk mengajar anak-anak iu membaca, menulis, hingga pengetahuan umum. Hal ini pun menarik minat para anak.

"Anak-anak bahkan lebih suka belajar di taman baca ini ketimbang di sekolah," imbuhnya.

Untuk itu, Edy berupaya agar tenaga pengajar di Kampung Sauwandarek mendapat tambahan. Hal tersebut guna meningkatkan kualitas pedidikan.

"Kita sedang berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan untuk menambah tenaga pengajar," pungkasnya.

(dna/JPC)


sumber (https://www.jawapos.com/features/16/12/2018/semangat-pancasila-anak-papua-di-tengah-terbatasnya-akses-pendidikan)

Posting oleh Desi Eri K 4 minggu yang lalu - Dibaca 149 kali

 
Tag : #MBS #PSM #pendidikanpapua #pancasila

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 13/08/2018 11:28:44
Masih Banyak Masalah Menghantui Pendidikan Kita

Ditulis oleh: Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta   TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Universitas...

Minggu, 04/08/2018 23:07:21
ANALISIS INTERAKSI SIMBOLIK KYAI DAN SANTRI DALAM PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN BERBASIS NILAI DAN ETIKA

Abstrak: Kyai menjadi panutan santri dalam bertindak dan bersikap. Kepemimpinan kyai menekankan pada penanaman nilai...

7 Pilar MBS
6. Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen hubungan sekolah dan masyarakat berbasis sekolah adalah pengaturan hubungan sekolah dan masyarakat yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan hubungan sekolah dan masyarakat, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip...
Informasi Terbaru
Penelitian
Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan
Raden Bambang Sumarsonorbamsum@gmail.comUniversitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri Se-Malang Raya,...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
5 tahun yang lalu - dibaca 20272 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
5 tahun yang lalu - dibaca 20566 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
5 tahun yang lalu - dibaca 23193 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
5 tahun yang lalu - dibaca 35047 kali
Info MBS
Ini Dia Pak Khasbi, Dari Pelosok yang Menjadi Guru Berprestasi Se-Jateng
Ini Dia Pak Khasbi, Dari Pelosok yang...
2 tahun yang lalu - dibaca 7474 kali
 Guru Diminta Arahkan Siswa Ciptakan Aplikasi Inovatif
Guru Diminta Arahkan Siswa Ciptakan...
2 tahun yang lalu - dibaca 6813 kali
Mengagumkan, Sururi dengan Kudanya Ajak Anak-Anak Gemar Membaca
Mengagumkan, Sururi dengan Kudanya Ajak...
2 tahun yang lalu - dibaca 5698 kali
MBS Kunci Pengembangan Sekolah
MBS Kunci Pengembangan Sekolah
2 tahun yang lalu - dibaca 8340 kali
Mengelola Budaya Baca Tanggung Jawab Semua Pihak
Mengelola Budaya Baca Tanggung Jawab...
2 tahun yang lalu - dibaca 6173 kali
Program Bandung Masagi, Dekatkan Siswa Lewat Pendidikan Karakter
Program Bandung Masagi, Dekatkan Siswa...
2 tahun yang lalu - dibaca 8061 kali
Guru Ini Manfaatkan Teknologi Dukung Pembelajaran Siswa
Guru Ini Manfaatkan Teknologi Dukung...
2 tahun yang lalu - dibaca 5645 kali
SE Mendikbud tentang Penerapan Regulasi Baru di Tahun Pelajaran 2016/2017
SE Mendikbud tentang Penerapan Regulasi...
3 tahun yang lalu - dibaca 6578 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2019 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.54 Mb - Loading : 7.41221 seconds