Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Jum'at, 04/09/2015 11:02:36

49pemasaran.jpg

Rohmitriasih. Dinamika pola pendidikan yang begitu cepat dan silih berganti menjadikan persaingan antar sekolah semakin ketat, khusunya dalam menarik konsumen dan meningkatkan loyalitas pelanggan dalam bentuk pelayanan jasa. Hal ini sependapat dengan Alma (2003:49) bahwa lembaga pendidikan yang menganut konsep marketing, tahu persis apa yang harus dilakukan. Lembaga pendidikan, bisnisnya bukan hanya sekedar mengajar siswa setiap hari sesuai jadwal kemudian melaksanakan ujian, lulus, habis perkara. Tetapi harus lebih jauh dari itu. Siswa harus merasa puas dengan layanan lembaga pendidikan mengenai banyak hal misalnya suasana belajar mengajar, ruang kelas yang bersih, taman yang asri, pendidik yang ramah, perpustakaan, laboratorium, lapangan olahraga, dan sebagainya harus siap melayani peserta didik.

Produk yang dihasilkan sekolah berupa lulusan yang diharapkan berkualitas dan produk ini nantinya siap bersaing di masyarakat. Mengenai hal ini, suatu sekolah tentu harus pandai-pandai mempertahankan mutu serta keunggulan sekolah demi mempertahankan kepercayaan masyarakat dan loyalitas pelanggan. Kepuasan pelanggan terhadap sekolah identik dengan kepuasan pelanggan mengenai pelayanan yang diberikan sekolah kepadanya. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Alma dan Hurriyati (2009:30), Lembaga pendidikan adalah sebuah kegiatan yang melayani konsumen, berupa murid, siswa, mahasiswa dan juga masyarakat umum yang sering dikenal sebagai “stakeholder”, lembaga pendidikan pada hakekatnya bertujuan memberi layanan sedangkan pihak yang dilayani ingin memperoleh kepuasan dari layanan tersebut mengingat mereka sudah membayar cukup mahal kepada lembaga pendidikan.

Mutu lembaga pendidikan bukan hanya dilihat dari segi pembelajaran yang berkualitas, sarana prasarana ataupun sumber daya manusia yang berkualitas saja. Keseluruhan warga sekolah baik sumber daya manusia maupun non-manusianya yang saling berpadu pada satu kesatuan untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin terhadap pelanggan termasuk sebagai strategi pemasaran jasa pendidikan yang dilakukan oleh sekolah. Pelanggan adalah siswa yang telah menjadi pelanggan ataupun calon siswa dari masyarakat luas yang akan menjadi pelanggan sekolah. Persaingan yang ketat satu sekolah dengan sekolah lainnya saat ini bukan lagi suatu yang rahasia dalam ranah pemasarannya. Hal ini juga menuntut sekolah untuk dapat menentukan strategi yang tepat dalam kegiatan pemasaran jasa pendidikannya.

Wijaya (2012:55) menyatakan bahwa setiap sekolah harus selalu berusaha agar tetap hidup, berkembang, dan mampu bersaing. Jadi sekolah perlu menentukan dan menerapkan strategi atau cara, serta melakukan aktivitas pemasaran. Aktivitas pemasaran jasa pendidikan yang dilakukan sekolah dapat mengubah penilaian masyarakat terhadap kualitas sekolah dalam jangka panjang dan merupakan cara untuk membangun citra sekolah secara keseluruhan.

Melihat fenomena saat ini, sekolah setidaknya mempersiapkan strategi pemasaran jasa pendidikan yang tidak biasa, salah satunya adalah dengan menggandeng pelanggan di sekolah tersebut dan mempertahankan pelanggan. Tujuan dari mempertahankan keunggulan sekolah dengan mepertahankan kepuasan pelanggan dibuktikan dengan suatu kegiatan yang jelas dan dapat dirasakan pelanggan pendidikan dalam pemasarannya. Hasil observasi non-partisipasi yang dilakukan peneliti ketika Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada Bulan Oktober 2013 menunjukkan bahwa salah satu upaya SD Laboratorium UM dalam memuaskan pelanggan sebagai strategi pemasaran jasa pendidikannya adalah dengan menerima baik kritik maupun saran secara terbuka oleh para wali siswa. Pelayanan yang telah diberikan sekolah merupakan pelayanan maksimal ataupun pelayanan prima.
 
Temuan penelitian terdiri dari lima aspek, yaitu perencanaan strategi pemasaran dalam meningkatkan loyalitas pelanggan, implementasi strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan, evaluasi strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan, masalah dan pemecahan masalah pada implementasi strategi pemasaran jasa pendidikan di SD Laboratorium UM. Pertama, perencanaan strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan di susun oleh Kepala Sekolah dan Waka-waka sekolah berupa Program Kerja Humas dan Renstra (Rencana Strategi) Sekolah. Perencanaan bertujuan mengungkap citra baik sekolah yang mengusung pembelajaran bertaraf internasional dan berada langsung di bawah naungan International Cambrigde Center (Inggris) yang juga menghadirkan dua kelas yakni kelas bilingual dan International Class Program (ICP). SD Laboratorium UM juga memiliki keunikan dalam pendidikannya salah satunya adalah adanya kelas akselerasi alamiah. Strategi lain yang digunakan adalah menjaga hubungan baik dan keterlibatan sekolah dengan pelanggan pendidikan serta masyarakat di lingkungan internal maupun eksternal. Sekolah menggunakan publikasi sekolah di lingkungan internal dan eksternal. Perencanaan strategi dilakukan dengan melibatkan semua karyawan dan pemangku kepentingan sekolah.
 
Kedua adalah aspek implementasi strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Implementasi program unggulan sekolah diterapkan oleh semua warga sekolah dengan memberikan pelayanan maksimal melalui pembelajaran yang real dan memberikan kepuasan bagi peserta didik ataupun pelanggan pendidikan. Mengenai kelas akselerasi alamiah dilaksanakan dengan memberikan pelayanan maksimal dengan sistem pembelajaran individu dan semua peserta didik berkesempatan mendapatkan pelayanan individu dari pendidik untuk akselerasi alamiah. Semua guru diwajibkan untuk melayani peserta didik berdasarkan kemampuannya.Usaha sekolah mengimplementasikan strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan selanjutnya adalah dengan mengajak orangtua turut serta dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. Setiap kelas memiliki kelompok POT (paguyuban orangtua) dan terkoordinir langsung dengan wali kelas, selain itu POT juga menjadi perwakilan anggota komite sekolah. Implementasi selanjutnya adalah dengan publikasi sekolah. Publikasi dilakukan setiap tahunnya saat PMB (Penerimaan Murid Baru) yakni dilakukan langsung oleh pendidik SD Laboratorium UM dengan melakukan sosialisasi mengenai sistem pembelajaran SD Laboratorium UM di sekolah taman kanak-kanak di kota Malang. Program sekolah di sosialisasikan dengan brosur, spanduk, website, ataupun berita dari mulut ke mulut. Media penunjang kelancaran implementasi strategi pemasaran jasa pendidikan di sini adalah orang (karyawan, Pelanggan jasa pendidikan SD Laboratorium, dan Masyarakat luas), Media Cetak (Brosur, spanduk, dan media elektronik (website, kontak sekolah, radio).

Ketiga adalah aspek evaluasi strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Evaluasi dan monitoring melibatkan banyak pihak terkait yakni Kepala Sekolah sebagai pimpinan organisasi sekolah dan waka-waka serta pihak P2LP UM. Kepala sekolah melakukan evaluasi keberhasilan pembelajaran dan kegiatan pemasaran. Waka-waka membantu Kepala Sekolah pada proses perbaikan dengan sosialisasi kepada tenaga pendidik dan non kependidikan SD Laboratorium UM. Evaluasi mengenai keberhasilan implementasi pembelajaran dan pelayanan dilakukan setiap bulan sekali dalam pertemuan rutin kepala sekolah dan waka-waka serta guru. Evaluasi publikasi dilakukan satu tahun sekali setelah PMB (Penerimaan Murid Baru). Hal ini bertujuan mengetahui tingkat keberhasilan pemasaran dan publikasi yang dilakukan, mengetahui peningkatkan jumlah murid dari tahun ke tahun.

Pengukuran keberhasilan strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan di SD Laboratorium UM dapat dilihat pada saat penerimaan murid baru dan antusiasme siswa/orang tua pada setiap kegiatan sekolah atau juga dilihat dari responden siswa/orang tua yang menjadi program humas SD Laboratorium UM dan penilaian keberhasilan implementasi Renstra Sekolah. Dari evaluasi yang dilakukan, pelanggan jasa pendidikan SD Laboratorium UM dapat dikatakan cukup loyal. Hal ini dapat dilihat dari pembelian ulang pelanggan jasa terhadap jasa pendidikan yang ditawarkan SD Laboratorium UM, pelanggan melakukan pembayaran tepat waktu, pelanggan antusiasme pada kegiatan sekolah dan sebagian pelanggan jasa pendidikan SD Laboratorium UM mereferensikan SD Laboratorium UM kepada orang-orang sekitarnya.
Implementasi strategi pemasaran jasa pendidikan tidak selamanya mengalami kelancaran, ada beberapa masalah yang menghambat keberhasilan strategi yang telah direncanakan. Masalah implementasi strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan lebih kepada keadaan lingkungan intern berupa kurangnya kesiapan pendidik pada proses pembelajaran sehingga pada prakteknya tidak sesuai dengan konsep yang telah ditetapkan sekolah. Masalah selanjutnya adalah kurangnya binaan dan perhatian dari pihak Universitas terhadap SD Laboratorium UM. Mengingat biaya pendidikan seluruhnya dibebankan kepada orangtua peserta didik, ketika ingin melakukan pengembangan pendidikan keterbatasan dana menjadi salah satu kendalanya. Sistem pembelajaran berbasis modul di SD Laboratorium UM dikeluhkan oleh beberapa orang tua peserta didik yang memang sibuk dan tidak memiliki waktu banyak untuk membina atau memberikan perhatian lebih serta mengajari putra-putrinya di rumah dalam belajar. Orang tua peserta didik yang sibuk karena notabenenya merupakan masyarakat menengah atas menjadikannya jarang ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang digalakkan sekolah. Kendala lain berupa banyaknya sekolah dasar tetangga (SD-SD lain di Kota Malang) yang memiliki keunikan tersendiri dan mutu baik menjadikan saingan pasar untuk SD Laboratorium UM. Presepsi masyarakat mengenai sekolah Internasional yang tidak begitu penting menjadi salah satu hambatan yang ada di SD Laboratorium UM untuk aplikasi strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan.

Selanjutnya adalah pemecahan masalah strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Pemecahan masalah dalam strategi pemasaran yang telah direncanakan sebelumnya dapat berjalan dengan lancar salah satu bentuknya adalah pelayanan maksimal atau prima kepada pelanggan jasa pendidikan. Sekolah melakukan evaluasi, binaan dan memberikan pemahaman tentang pembelajaran cambridge bagi tenaga kependidikan ataupun tenaga non-kependidikan. Sekolah melibatkan warga sekolah untuk memberikan perbaikan diri dan layanan maksimal juga pengarahan kepada lingkungan internal mengenai keunikan sekolah dalam pembelajaran berbasis Cambridge. Sekolah selalu melakukan hubungan dan kontak dengan P2LP sebagai lembaga pembina dan pengembangan laboratorium pendidikan serta selalu berusaha melakukan perbaikan diri. Sekolah berusaha mengoptimalkan dana yang ada untuk segala keperluan sekolah demi kelangsungan pendidikan. Bantuan dana BOS dapat dijadikan dana tambahan untuk kelangsungan pendidikan dan segala keperluan sekolah. Sekolah juga selalu mengadakan sosialisasi bagi orangtua peserta didik dan selalu terbuka kepada pelanggan baik untuk kritik, saran dan keluhan-keluhan yang ada untuk selanjutnya dipecahkan bersama.
 
Strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggandi SD Laboratorium UM memerlukan perencanaan. Perencanaan dilakukan melalui proses terpadu mulai pelayanan maksimal dan fasilitas mumpuni bagi konsumen jasa pendidikan. Perencanaan juga didukung guru-guru yang profesional, metode pembelajaran yang unik, keterlibatan orangtua peserta didik untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sekolah dan kenyamanan pada lingkungan internal. Perencanaan di SD Laboratorium UM dilakukan dalam prespektif jangka panjang 4 tahunan yang tersusun dalam Renstra (Rencana Strategi) Sekolah. Program Kerja Humas menjadi strategi perencanaan jangka pendek yakni pada rentang 1 tahun. Pada perencanaan strategi di SD Laboratorium UM dilakukan dari hasil penilaian dan analisis SWOT sekolah, disusun oleh pemangku kepentingan (Kepala Sekolah, Waka-waka, Staf, Komite, Yayasan). Wijaya (2012:31) mengemukakan strategi perencanaan merupakan inti manajemen pemasaran jasa pendidikan dan harus memperhatikan (1) proses terpadu, (2) melibatkan seluruh karyawan dan para pemangku kepentingan sekolah, (3) selalu berubah sebagai tanggapan terhadap evaluasi, (4) menginformasikan proses manajemen yang lain, (5) merupakan proses yang berkelanjutan dan (6) dilakukan dengan prespektif jangka panjang. SD Laboratorium UM merupakan sekolah yang melibatkan semua karyawan dalam perencanaan da pelaksanaan strategi pemasarannya. Evaluasi dari tahun sebelumnya menjadi acuan untuk menetapkan perencanaan baru untuk tahun berikutnya atau mempertahankan perencanaan lama yang sudah ada.

Pelayanan maksimal bagi peserta didik yang telah diberikan oleh SD Laboratorium UM terhadap pelanggan pendidikannya mencakup banyak hal antara lain adalah (1) sistem pembelajaran dan aplikasinya di kelas yang didukung oleh pendidik-pendidik profesional, (2) sarana prasarana yang mutakhir, (3) media pembelajaran menyenangkan bagi peserta didik, (4) pelayanan yang baik oleh tenaga kependidikan maupun tenaga non kependidikan di SD Laboratorium UM dan (5) keterlibatan orangtua peserta didik di kegiatan sekolah. Hal ini bukan hanya menjadikan citra sekolah baik tetapi juga mampu mempertahankan pelanggan lama menjadi loyal ataupun mendatangkan pelanggan baru yang dapat membantu kegiatan pemasaran sekolah. SD Laboratorium UM merupakan sekolah swasta yang juga menganut konsep marketing dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Sesuai dengan teori Alma (2003:49) lembaga pendidikan yang menganut konsep marketing, tahu persis apa yang harus dilakukan. Lembaga pendidikan, bisnisnya bukan hanya sekedar mengajar siswa setiap hari sesuai jadwal kemudian melaksanakan ujian, lulus, habis perkara. Tetapi harus lebih jauh dari itu. Siswa harus merasa puas dengan layanan lembaga pendidikan mengenai banyak hal misalnya suasana belajar mengajar yang nyaman, ruang kelas yang bersih, taman yang asri, pendidik yang ramah, adanya perpustakaan, laboratorium, lapangan olahraga, dan sebagainya harus siap melayani peserta didik.

Selanjutnya adalah evaluasi pada strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah semua program yang menjadi strategi pemasaran baik pelayanan bagi pelanggan dan publikasi serta promosi sekolah yang dilakukan sudah terlaksana dengan baik atau belum. Djanaid (1986:65) dalam teorinya menyebutkan tahapan penilaian dimaksudkan untuk mencocokkan sampai dimana program atau rencana yang telah ditentukan dirasakan penilaian mengenai (a) apakah semua program dapat dilaksanakan sepenuhnya, (b) apa kesulitan yang dihadapi di dalam semua kegiatan, (c) apakah pesan yang disampaikan sesuai dengan intruksi, (d) apakah kegiatan yang dilakukan sudah efisien dan (e) apakah tujuan dalam merebut public opinion dapat tercapai. Evaluasi ini nantinya akan menjadi acuan untuk menetapkan rencana baru yang lebih efektif dan efisien sebagai strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan.
Ketika sekolah merancang dengan baik sistem pembelajaran berbasis modul yang didukung pula oleh kelas akselerasi alamiah oleh SD Lab UM justru tidak dapat tersalurkan dengan baik oleh tenaga pendidik di sana. Sesuai dengan teori Zeithmal dan Berry (dalam Alma, 2003:29) bahwa kegagalan penjualan jasa adalah kesenjangan kualitas jasa dengan penyampaian jasa. Jasa yang diberikan dapat dikatakan sudah baik namun pegawai tersebut yakni tenaga kependidikan ataupun tenaga non-kependidikan yang ada di sekolah kurang dapat menyampaikan dengan baik kualitas jasa yang seharusnya disampaikan kepada pelanggan jasa pendidikan. Kebutuhan masyarakat yang cenderung meremehkan pendidikan berbasis kurikulum internasional juga menjadi masalah implementasi strategi pemasaran jasa pendidikan. Alma (2007:19) mengungkapkan problema pemasaran jasa pendidikan adalah ketidaksesuaian kebutuhan masyarakat dengan pendidikan yang diberikan. Kebutuhan masyarakat mengenai pendidikan di SD Laboratorium UM yang menggunakan kurikulum cambridge tidak dinginkan oleh semua pelanggan jasa pendidikan.

Beberapa kesenjangan yang ada di SD Laboratorium UM menjadi masalah implementasi strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan dapat dipecahkan dengan solusi yang membantu. Perbaikan proses di sekolah dilakukan menggunakan konsep kualitas total jasa pendidikan yang diberikan. Seluruh karyawan dan anggota masyarakat sekolah dilibatkan dalam perbaikan dan sosialisasi sekolah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan jasa pendidikan. Stamatis (dalam Wijaya, 2012:258) konsep jasa kualitas total merupakan manajemen strategi terpadu yang melibatkan seluruh manajer dan karyawan untuk memperbaiki proses organisasi secara berkesinambungan agar dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan. Hal ini proses perbaikan meliputi semua bidang manajemen termasuk pemasaran dan strategi yang digunakan.
 
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan pada paparan data dan pembahasan, dapat ditemukan dan dideskripsikan mengenai strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Ditemukan perencanaan strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan yang tersusun dalam program humas sekolah dan Renstra sekolah. Selanjutnya adalah implementasi strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelangggan. Dalam implementasi ini dilakukan dengan memberikan pelayanan prima, hubungan baik sekolah dan pelanggan jasa pendidikan serta publikasi pembelajaran unik sekolah yakni berbasis modul dengan mengacu pada kurikulum cambridge. Untuk mengetahui keberhasilan perencanaan strategi pada implementasinya, SD Laboratorium UM melakukan evaluasi strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan. Evaluasi dilakukan oleh semua warga sekolah yang dibina dan dimonitoring oleh Kepala Sekolah, Waka-waka serta bimbingan pihak P2LP (Pusat Pengembangan Laboratorium UM). Pada implementasi strategi pemasaran jasa, tentu terdapat masalah dan kesenjangan. Masalah yang ada berupa masalah internal sedangkan dalam pemecahannya, SD Laboratorium UM melakukan perbaikan dan evaluasi. Pemecahan masalah strategi pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan dibina oleh P2LP yang juga dilakukan pembenahan melalui pelayanan maksimal dan hubungan pelanggan serta pengoptimalan sumber daya manusia maupun non manusia yang ada.
 
Saran
Berdasarkan kesimpulan tersebut, peneliti memberikan saran kepada, (1) Kepada Kepala Sekolah Dasar Laboratorium UM, hendaknya lebih perhatian dalam melakukan pengawasan mengenai segala kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran, hubungan masyarakat terhadap warga internal dan eksternal sekolah serta kegiatan lain di sekolah; (2) Tenaga pendidikan dan non-kependidikan SD Laboratorium UM, hendaknya hubungan masyarakat yang telah dilakukan dipertahankan dan lebih ditingkatkan kembali. Perencanaan pemasaran yang telah disusun dilaksanakan semaksimal mungkin. Pelayanan prima hendaknya selalu diberikan kepada pelanggan jasa pendidikan untuk meningkatkan loyalitas dan kepercayaannya terhadap sekolah; (3) Ketua Jurusan, Dosen dan Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya mengkaji lebih dalam strategi pemasaran jasa pendidikan sebagai tambahan bahan ajar dan sebagai strategi mengenalkan Jurusan Administrasi Pendidikan kepada calon pelanggan atau lulusan SMA yang hendak masuk perguruan tinggi; dan (4) Kepada Peneliti lain, hendaknya melakukan penelitian pengembangan dan penelitian tindakan sekolah ataupun eksperimen mengenai pemasaran jasa pendidikan dan loyalitas pelanggan dengan menambah situs lokasi penelitian, lebih memperdalam fokus penelitian serta kajian teori.
 
DAFTAR RUJUKAN
Alma, B. 2003. Pemasaran Stratejik Jasa Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Alma, B. 2007. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta.
Alma, B., dan Hurriyati, R,. 2009. Manajemen Corporate & Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Djanaid, D. 1986. Human Relation dan Public Relation dalam Manajemen. Bandung: Alfabeta.
Wijaya, D. 2012. Pemasaran Jasa Pendidikan (Mengapa sekolah memerlukan marketing?). Jakarta: Salemba Empat.

Posting oleh Teguh Triwiyanto 2 tahun yang lalu - Dibaca 16829 kali

 
Tag : #manajemen pemasaran # jasa pendidikan

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 07/08/2017 10:58:55
Lewat Teknologi, Anak-anak Muda Bicara Perpecahan Bangsa

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pelajar atau kaum muda memegang peranan penting dalam menentukan masa depan bangsa, terutama...

Senin, 31/07/2017 09:59:53
Cerita Pelajar SMA Saat Ajari Anak SD Tidak Bisa Baca

Jakarta Irpan dan Anisa merupakan pelajar SMA yang terpilih menjadi Pengajar Jelajah Nusa 2017 yang diselenggarakan...

7 Pilar MBS
6. Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen hubungan sekolah dan masyarakat berbasis sekolah adalah pengaturan hubungan sekolah dan masyarakat yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan hubungan sekolah dan masyarakat, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip...
Informasi Terbaru
Penelitian
Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan
Raden Bambang Sumarsonorbamsum@gmail.comUniversitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri Se-Malang Raya,...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
4 tahun yang lalu - dibaca 15505 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
4 tahun yang lalu - dibaca 15834 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
4 tahun yang lalu - dibaca 17461 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
4 tahun yang lalu - dibaca 27432 kali
Info MBS
Mendikbud Mengajak Masyarakat Menjaga Kelestarian Budaya Indonesia
Mendikbud Mengajak Masyarakat Menjaga...
1 tahun yang lalu - dibaca 2918 kali
Plt. Gubsu: MBS Kunci Pengembangan Sekolah
Plt. Gubsu: MBS Kunci Pengembangan...
2 tahun yang lalu - dibaca 4607 kali
Workshop Pengembangan Desain dan Struktur eLearning RC MBS, 25-27 Januari 2016, Sol Marina BSD - Tangerang
Workshop Pengembangan Desain dan...
2 tahun yang lalu - dibaca 5216 kali
Kemendikbud Ajak PGRI Bersama-sama Temukan Solusi  Atas Masalah Pendidikan
Kemendikbud Ajak PGRI Bersama-sama...
2 tahun yang lalu - dibaca 5708 kali
Dikbud Maluku Gelar Bimtek MBS Dan PMP Berbasis Pendidikan Karakter
Dikbud Maluku Gelar Bimtek MBS Dan PMP...
2 tahun yang lalu - dibaca 12323 kali
Didik Prangbakat: Guru MBS Meningggakan Kita
Didik Prangbakat: Guru MBS Meningggakan...
2 tahun yang lalu - dibaca 14196 kali
Workshop Tim Pengembang Bimtek EDS dan MBS
Workshop Tim Pengembang Bimtek EDS dan...
2 tahun yang lalu - dibaca 15597 kali
Kemendikbud Ajak Guru dan Orang Tua Bersinergi Wujudkan Lingkungan Anti Kekerasan Anak
Kemendikbud Ajak Guru dan Orang Tua...
2 tahun yang lalu - dibaca 12341 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2017 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.57 Mb - Loading : 2.16939 seconds