Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Kepemimpinan Sekolah Efektif

Minggu, 15/08/2015 09:04:30
16leadership.jpg


Kepemimpinan yang efektif menurut Siagian (1982) adalah kepemimpinan yang mampu menumbuhkan, memelihara, dan mengembangkan usaha dan iklim yang kooperatif dalam kehidupan organisasional, dan yang tercermin dalam kecekatannya mengambil keputusan. Artinya, pemimpin harus mampu menerobos lack of urgency dan lack of momentum. Pendapat tersebut dipekuat oleh Maccoby dalam Duniabaca (2011) yang menyebut bahwa pemimpin harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan. Tead dalam Labels (2010) mengemukakan pendapatnya dimana kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya. Hemhill dan Coon (1995) menyebut bahwa kepemimpinan diartikan perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal).

Berdasarkan beberapa sumber tersebut, kesimpulan yang dapat diambil dari pengertian kepemimpinan atau kepemimpinan yang efektif adalah: (a) Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk menumbuhkan, memelihara, dan mengembangkan usaha dan iklim yang kooperatif dalam kehidupan organisasional.; (b) Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.; (c) Kemampuan pemimpin tercermin dalam kecekatannya mengambil keputusan; (c) Pemimpin harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya; dan (d) Pemimpin yang baik adalah yang religius, menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.

Pandangan lain menyatakan bahwa kepemimpinan adalah cara interaksi dengan orang-orang lain yang merupakan suatu proses sosial  yang mencakup tingkah laku pemimpin yang diangkat (Jenings dalam Suryana, 2010). Sejalan dengan pengertian tersebut, Mastuti (2009) berpendapat bahwa kepemimpinan juga sering dikenal sebagai kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi untuk melakukan tugas manajemen agar tujuan organisasi tercapai. Begitu juga pendapat Gordon dalam Labels (2010) yang menyebut bahwa kepemimpinan dapat dikonsepsualisasikan sebagai suatu interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, tepatnya antara seorang dengan anggota-anggota kelompok. Setiap peserta di dalam interaksi memainkan peranan dan dengan cara-cara tertentu peranan itu harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain. Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, dimana pemimpin mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi.

Berdasarkan tiga sudut tinjauan pengertian kepemimpinan di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan mengandung unsur-unsur pengertian sebagai berikut; (a) Kepemimpinan adalah cara interaksi dengan orang-orang lain yang merupakan suatu proses sosial; (b) Kepemimpinan yaitu kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi; (c) Setiap anggota di dalam interaksi memainkan peranan; (d) Peranan angota harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain; (e) Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, dimana pemimpin mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi; dan (f) Pengaruh pemimpin digunakan sebagai alat mencapa tujuan organisasi.

Tinjauan lain tentang pengertian kepemimpinan dikemukakan oleh Pamudji dalam Labels (2010) dengan menterjemahkan beberapa kesimpulan pengertian kepemimpinan dari buku  A Handbook of Leadership, dimana beliau kemukakan bahwa: (a) Leadership as a focus of group process (kepemimpinan sebagai titik pusat proses kelompok); (b) Leadership as personality and its effects (kepemimpinan sebagai kepribadian seseorang yang memiliki sejumlah perangai (traits) dan watak (character) yang memadai dari suatu kepribadian); (c) Leadership as the art of inducing compliance (kepemimpinan sebagai seni untuk menciptakan kesesuaian paham, kesepakatan); (d) Leadership as the exercise of its influence (kepemimpinan sebagai pelaksanaan pengaruh); (e) Leadership as act or behavior (kepemimpinan sebagai tindakan atau perilaku); (f) Leadership as a from of persuasion (kepemimpinan adalah bentuk persuasi); (g) Leadership as a power relation (kepemimpinan sebagai suatu hubungan kekuasaan/kekuatan); (h) Leadership is an instrumental of goal achievement (kepemimpinan adalah sarana pencapaian tujuan); (i) Leadership as an effect of interaction (kepemimpinan adalah suatu hasil dari interaksi); (j) Leadership as a deferentiated role (kepemimpinan adalah peranan yang dipilahkan); dan (k) Leadership as the initiation of structur (kepemimpinan sebagai awal dari pada struktur).

Kepemimpinan yang efektif menurut Siagian (1982) adalah kepemimpinan yang mampu menumbuhkan, memelihara, dan mengembangkan usaha dan iklim yang kooperatif dalam kehidupan organisasional, dan yang tercermin dalam kecekatannya mengambil keputusan. Artinya, pemimpin harus mampu menerobos lack of urgency dan lack of momentum. Pendapat tersebut dipekuat oleh Maccoby dalam Duniabaca (2011) yang menyebut bahwa pemimpin harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan. Tead dalam Labels (2010) mengemukakan pendapatnya dimana kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya. Hemhill dan Coon (1995) menyebut bahwa kepemimpinan diartikan perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal).

Berdasarkan beberapa sumber tersebut, kesimpulan yang dapat diambil dari pengertian kepemimpinan atau kepemimpinan yang efektif adalah: (a) Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk menumbuhkan, memelihara, dan mengembangkan usaha dan iklim yang kooperatif dalam kehidupan organisasional.; (b) Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.; (c) Kemampuan pemimpin tercermin dalam kecekatannya mengambil keputusan; (c) Pemimpin harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya; dan (d) Pemimpin yang baik adalah yang religius, menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.

Pandangan lain menyatakan bahwa kepemimpinan adalah cara interaksi dengan orang-orang lain yang merupakan suatu proses sosial  yang mencakup tingkah laku pemimpin yang diangkat (Jenings dalam Suryana, 2010). Sejalan dengan pengertian tersebut, Mastuti (2009) berpendapat bahwa kepemimpinan juga sering dikenal sebagai kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi untuk melakukan tugas manajemen agar tujuan organisasi tercapai. Begitu juga pendapat Gordon dalam Labels (2010) yang menyebut bahwa kepemimpinan dapat dikonsepsualisasikan sebagai suatu interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, tepatnya antara seorang dengan anggota-anggota kelompok. Setiap peserta di dalam interaksi memainkan peranan dan dengan cara-cara tertentu peranan itu harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain. Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, dimana pemimpin mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi.

Berdasarkan tiga sudut tinjauan pengertian kepemimpinan di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan mengandung unsur-unsur pengertian sebagai berikut; (a) Kepemimpinan adalah cara interaksi dengan orang-orang lain yang merupakan suatu proses sosial; (b) Kepemimpinan yaitu kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi; (c) Setiap anggota di dalam interaksi memainkan peranan; (d) Peranan angota harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain; (e) Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, dimana pemimpin mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi; dan (f) Pengaruh pemimpin digunakan sebagai alat mencapa tujuan organisasi.

Tinjauan lain tentang pengertian kepemimpinan dikemukakan oleh Pamudji dalam Labels (2010) dengan menterjemahkan beberapa kesimpulan pengertian kepemimpinan dari buku  A Handbook of Leadership, dimana beliau kemukakan bahwa: (a) Leadership as a focus of group process (kepemimpinan sebagai titik pusat proses kelompok); (b) Leadership as personality and its effects (kepemimpinan sebagai kepribadian seseorang yang memiliki sejumlah perangai (traits) dan watak (character) yang memadai dari suatu kepribadian); (c) Leadership as the art of inducing compliance (kepemimpinan sebagai seni untuk menciptakan kesesuaian paham, kesepakatan); (d) Leadership as the exercise of its influence (kepemimpinan sebagai pelaksanaan pengaruh); (e) Leadership as act or behavior (kepemimpinan sebagai tindakan atau perilaku); (f) Leadership as a from of persuasion (kepemimpinan adalah bentuk persuasi); (g) Leadership as a power relation (kepemimpinan sebagai suatu hubungan kekuasaan/kekuatan); (h) Leadership is an instrumental of goal achievement (kepemimpinan adalah sarana pencapaian tujuan); (i) Leadership as an effect of interaction (kepemimpinan adalah suatu hasil dari interaksi); (j) Leadership as a deferentiated role (kepemimpinan adalah peranan yang dipilahkan); dan (k) Leadership as the initiation of structur (kepemimpinan sebagai awal dari pada struktur).

Posting oleh Teguh Triwiyanto 5 tahun yang lalu - Dibaca 28273 kali

 
Tag : #Kepemimpinan sekolah # efektif

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Jum'at, 31/08/2018 23:24:33
PENGARUH PERSEPSI TENTANG PROFESI SEBAGAI PENDIDIK TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Abstract Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: persepsi guru sebagai pendidik;  tingkat motivasi kerja dan...

Senin, 13/08/2018 11:28:44
Masih Banyak Masalah Menghantui Pendidikan Kita

Ditulis oleh: Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta   TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Universitas...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Membuat Program Kerja Sekolah Yang Baik
Membuat Program Kerja Sekolah Yang Baik
Jum'at, 28/08/2015 08:46:40
Bagaimana Menciptakan Gaya Kepemimpinan Pendidikan Yang Tepat
Bagaimana Menciptakan Gaya Kepemimpinan...
Jum'at, 28/08/2015 08:08:36
Peran Pemimpin Sekolah Dalam MBS
Peran Pemimpin Sekolah Dalam MBS
Kamis, 20/08/2015 09:17:36
Kepemimpinan Sekolah Efektif
Kepemimpinan Sekolah Efektif
Minggu, 15/08/2015 09:04:30
Apa Itu PAKEM?
Apa Itu PAKEM?
Jum'at, 03/07/2015 15:02:51
Berita Pilihan
Membuat Program Kerja Sekolah Yang Baik
Membuat Program Kerja Sekolah Yang Baik
Jum'at, 28/08/2015 08:46:40
Bagaimana Menciptakan Gaya Kepemimpinan Pendidikan Yang Tepat
Bagaimana Menciptakan Gaya Kepemimpinan...
Jum'at, 28/08/2015 08:08:36
Peran Pemimpin Sekolah Dalam MBS
Peran Pemimpin Sekolah Dalam MBS
Kamis, 20/08/2015 09:17:36
Kepemimpinan Sekolah Efektif
Kepemimpinan Sekolah Efektif
Minggu, 15/08/2015 09:04:30
Apa Itu PAKEM?
Apa Itu PAKEM?
Jum'at, 03/07/2015 15:02:51
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
7 tahun yang lalu - dibaca 27101 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
7 tahun yang lalu - dibaca 27169 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
7 tahun yang lalu - dibaca 31108 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
7 tahun yang lalu - dibaca 43395 kali
Info MBS
Lembar Presentasi Fasilitator
7 tahun yang lalu - dibaca 31108 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
7 tahun yang lalu - dibaca 43395 kali
7. Manajemen Budaya dan Lingkungan Berbasis Sekolah
7. Manajemen Budaya dan Lingkungan...
6 tahun yang lalu - dibaca 43728 kali
6. Manajemen Hubungan Sekolah dan...
7 tahun yang lalu - dibaca 4996 kali
4. Manajemen Sarana dan Prasarana...
7 tahun yang lalu - dibaca 38142 kali
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga...
6 tahun yang lalu - dibaca 47967 kali
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis...
6 tahun yang lalu - dibaca 44130 kali
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran...
7 tahun yang lalu - dibaca 33255 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2020 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.49 Mb - Loading : 4.06030 seconds