Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

PELAKSANAAN LAYANAN KHUSUS PELAKSANAAN LAYANAN KHUSUS TRANSPORTASI BERBASIS SEKOLAH

Jum'at, 19/12/2014 14:42:55

 

1. Pengertian Layanan Khusus Transportasi Berbasis Sekolah

Transportasi sekolah dapat diartikan sebagai bentuk kegiatan angkutan untuk personel sekolah (siswa dan staf sekolah) baik ke dan dari sekolah atau lebih banyak dikenal dengan istilah kegiatan antar jemput bagi personel sekolah.Karena ada kemungkinan antar jemput murid sekaligus untuk para pegawainya.Namun dengan demikian tidak mengurangi arti transportasi yang sebenarnya.Sistem transportasi sekolah yang handal seharusnya bertujuan untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan, efisiensi, keadilan serta pelestarian lingkungan.Karena itu diperlukan upaya dan riset yang dapat menunjang terwujudnya sistem transportasi yang handal tersebut.Transportasi sekolah adalah alat perpindahan, perjalanan, yang dikhususkan untuk mengangkut seluruh siswa sekolah dalam memudahkan para pelajar menuju ke sekolahnya.

 2. Tujuan Dan Fungsi Transportasi Berbasis Sekolah

a. Tujuan

Tujuan utama dari pelayanan transportasi sekolah yaitu membawa siswa ke dan dari sekolah. Transportasi juga dimaksudkan untuk kegiatan karya wisata atau mengangkut siswa dalam kegiatan ko-kulikuler antara lain atletik, musik dan dramatik yang merupakan satu tujuan yang terintegrasi.

Dalam hubungannya dengan pelaksanaan transportasi sekolah, Smith Atkinson dalam bukunya “The Educator Encyclopedia” (dalam Kusmintardjo, 1992), menyebutkan tujuan transportasi sebagai berikut:

a)      Untuk memberikan layanan transportasi bagi seluruh siswa, karena alasan jarak antara sekolah dan rumah.

b)      Untuk melengkapi kemungkinan keamanan transportasi.

c)      Untuk transportasi kemungkinan dengan program instruksional.

d)     Untuk menciptakan kondisi yang lebih positif, baik mental, moral dan fisik dari siswa-siswa.

e)      Pengoperan trasportasi agar dapat diperoleh efisiensi dan ekonomis.

f)       Menunjukkan simpati masyarakat bahwa transportasi dimaksudkan untuk keamanan, efisiensi dan merupakan yang berstandar.

b. Fungsi

Transportasi sekolah merupakan sebuah layanan khusus yang dikelola oleh sekolah dan mempunyai fungsi sebagai media antar jemput siswa pada suatu sekolah, mulai dari siswa berada dirumah sampai datang ke sekolah dan menuju rumah masing-masing setelah melaksanakan kegiatan di sekolah.Fungsi utama layanan tranportasi sekolah adalah meningkatkan pelayanan kepada pelajar.Sebab, selama ini banyak pelajar yang terlantar dalam perjalanannya menuju sekolah akibat harus berebut angkutan umum dengan masyarakat.Akibatnya, setibanya disekolah pelajar mengalami kelelahan dan bahkan sampai terlambat datang ke sekolah, sehingga konsentrasinya terganggu saat menerima pelajaran.

 3. Masalah-masalah Layanan Transportasi Sekolah

Masalah-masalah yang dihadapi layanan transportasi sekolah penekanannya pada 4 kriteria, yaitu:

  1. Keselamatan (security)

Keselamatan ini sebagian merupakan masalah pendidikan dan sebagiannya merupakan masalah kondisi bus-bus sekolah yang melayani pengangkutan anak-anak.Anak-anak muda pada umumnya sembrono.Mereka kerapkali lupa terhadap terhadap bahaya dan sibuk menyebrangi jalan tanpa memperhatikan kanan kiri jalan. Mereka mengira bahwa bus sekolah akan selalu beroperasi dengan penuh hormat. Salah satu tugas penting dari pemimpin sekolah adalah menanamkan kebiasaan kesalamatan pada murid-murid.Oleh karena itu beberapa gambaran atau tanda harus diberikan atau dilatih pada anak-anak oleh yang berwenang. Menangani anak-anak lewat aturan atau anjuran sesungguhnya merupakan salah satu jalan yang efektif mendidik anak-anak untuk hati-hati, apalagi cara penyampaiannya secara lisan.

Pendidikan para pengemudi bus, bukanlah tanggungjawab pimpinan sekolah, namun merupakan satu masalah yang butuh perhatiannya dan ia harus tak henti-hentinya siap siaga selama dipercaya masyarakat. Kebodohan, ketidakhati-hatian dan ketidakbertanggunjawab tidak dapat ditoleransi pengemudian bus-bus. Program-program yang paling penting dari latihan mengemudi bus, kemana saja digunakan akan diperhatikan pengawas sekolah dan suatu upaya akan dilaksanakan memberikan latihan-latihan pengemudi lokal serupa. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengingat banyak pengemudi bus mengerjakan pekerjaan dengan baik, dimana kerapkali yang lain mempunyai rasa tanggungjawab bila kecelakaan-kecelakaan terjadi.

  1. Ekonomi (economy)

Dari kriteria ekonomi, kepala sekolah hanya dapat menyarankan kepada pengawas wilayah agar dilakukan penghematan.Penghematan dapat terwujud bila rute-rute bus dirubah, mengatur daftar rencana perjalanan atau menganalisa secara ekonomis dibuat perbandingan bila menggunakan bus milik sekolah untuk rencana kontrak. Jika kepala sekolah menanggapi informasi ini secara baik pada transportasi murid maka hal ini akan terlihat dari kebijaksanaan-kebijaksanaan transportasi yang dipertimbangkan. Dalam membuat suatu proposal untuk perbaikan, ia akan hati-hati memegang dalam wilayah yang ditetapkan baginya sebagai kepala sekolah.

Dengan kata lain, ia tidak akan memikul tanggungjawab, termasuk pengawas sekolah atau beberapa petugas administrasi lain di kantor. Untungnya mereka tidak melanggar sesuatu prinsip yang menyangkut etika dalam membantu menjadikan transportasi bus sekolah sebagai usaha ekonomis dimana keadaan mengijinkan.

 

  1. Kecukupan (Adequacy)

Pelayanan bus sekolah adalah cukup bila dihubungkan dengan perbandingan murid-murid sekolah yang tinggal melebihi jarak satu mil dari sekolah dimana transportasi disediakan.Ketentuan ini berbeda-beda secara luas dalam suatu aturan wajib belajar, dimana ada pengecualian bagi murid-murid yang tinggal dengan satu jarak tertentu dari suatu sekolah umum.Beberapa ketentuan menyatakan 3 mil di luar batas pinggir dan pengecualiannya bila ada murid-murid yang tinggal melebihi radius ini diangkut dengan biaya umum, meraka bebas dari aturan tersebut.Banyak murid jika ingin mengikuti pelajaran harus mempunyai transportasi. Satu ukuran yang berat dari kecukupan pelayanan bus sekolah adalah satu tingkat untuk apa rencana-rencana yang ada sampai pada murid-murid yang tinggal pada ketentuan-ketentuan ditetapkan dalam batas satu, dua atau tiga mil, atau berapa saja jaraknya sesuai dengan ketentuan aturan. Satu ukuran lagi yang dapat diambil nilainya, bukan hanya menyangkut transportasi yang disediakan, tetapi apa kualitas transportasi yang disediakan itu.

 

  1. Efisiensi (efisiency)

Efisiensi merupakan salah satu kriteria yang lain yang semestinya diterapkan dalam mengevaluasi transportasi murid, yaitu kriteria efisiensi hal keluarnya route bus dalam kaitannya dengan waktu dan keselamatan yakni tempat stasiun muatan, menggunakan bus-bus pada hari-hari sekolah untuk jalan-jalan dan pesiar, mengawasi anak-anak dalam bus dan dalam hal menyiapkan laporan-laporan pengemudi, laporan kecelakaan dan laporan kepala sekolahke kantor pusat. Kepala sekolah akan membagi tugas terlebih dahulu, walaupun fungsi pengawasannya relatif kecil melebihi beberapa bagian kecil yang disebut. Ia harus memberi layanan yang ada. Kewenangan dalam bidang transportasi bus sekolah menganjurkan kepala sekolah untuk melaporka seminggu sekali terhadap pengawasan-pengawasan sekolah. Laporan itu akan berisi data untuk setiap bus sekolah yang digunakan dalan mengangkut anak-anak, jumlah jarak yang ditempuh dalam perjalanan, perubahan dalam rencana bus dan komenar terhadap sifat pelayananyang dibuat. Kepala sekolah mendapatkan instruksi setiap bus melayani sekolahnya pada route yang biasa pada sewaktu-waktu sebagaimana ditentukan.

 4. Pelaksanaan Layanan Khusus Transportasi Berbasis Sekolah

Pelaksanaan Program Bus berbasis sekolah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam hal pemenuhan sarana bus sekolah, baik pada waktu menuju ke sekolah maupun setelah selesai sekolah. Layanan bus sekolah pada umumnya dilaksanakan pada pagi hari pada saat para peserta didik akan berangkat ke sekolah dan diakhiri dengan pemulangan para peserta didik ke rumah masing-masing setelah selesai melaksanakan seluruh kegiatan belajar di lingkungan sekolah. Pelaksanaan transportasi berbasis sekolah harus didasarkan pada perencanaan layanan khusus transportasi sekolah, seperti: penentuan route bus secara kerjasama, merencanakan rute, jenis rute, jadwal penghentian bus, dan lalu lintas sekolah. Dengan adanya layanan ini diharapkan para peserta didik bisa berangkat sekolah dengan tepat waktu dan juga pulang sekolah sesuai dengan jam akhir sekolah.

Untuk mengoptimalkan fungsi bus sekolah dalam memudahkan para pelajar menuju ke sekolahnya yaitu dengan penambahan armada dan trayek itu juga sebagai langkah optimalisasi bus sekolah. Selain itu tingkat keamanan juga harus diperhatikan oleh karena itu diharapkan, adanya lembaga yang ditunjuk untuk mengawasi pelaksanaan Bus Sekolah agar berjalan sesuai tujuan dan fungsinya, dan yang terpenting adalah prosedur standar untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Tentu harus ada standar untuk inspeksiuntuk memberi pemahaman kepada para pelaksana pengawasan bahwa setiap kelalaian dalam menginspeksi.Misalnya, hanya melihat kertas tanpa memeriksa keadaan fisiknya merupakan ancaman serius bagi keselamatan penumpang bus-sekolah.

DAFTAR RUJUKAN

 

Aryawiga.2010.Manajemen Layanan Khusus Sekolah. (Online), http://aryawiga.wordpress.com/2012/02/17/manajemen-layanan-khusus-sekolah/.diakses 8 September 2013.

Layanan Transportasi Sekolah Untuk Menekan Tidak Masuk dan Terlambat Ke Sekolah Bagi Siswa.Malang:Skripsi Universitas Negeri Malang.

Kusmintardjo.1993.Pengelolaan Layanan Khusus di Sekolah.Malang:IKIP Malang.

Tim Dosen AP Universitas Pendidikan Indonesia.2012.Manajemen Pendidikan.Bandung : Alfabeta.

Wulandari,Wuri.2012.ManajemenLayanan Khusus. (Online), http://manajemenlayanankhusus.wordpress.com/2012/06/06/masalah-maslah-layanan-transportasi-sekolah/.diakses 8 September 2013.

Transportasi Jalan.(Online),(http://id.wikibooks.org/wiki/Moda_ Transportasi/Moda_ Transportasi_Jalan, diakses 8 September 2013.


Anis Latifatul Badriyah

 

Posting oleh ANIS LATIFATUL BADRIYAH 4 tahun yang lalu - Dibaca 15150 kali

 
Tag : #

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 21/07/2018 09:45:43
MANAJEMEN QUALITY ASSURANCE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP SEKOLAH

Abstract Abstract: The aims of the research are to describe: the formulation’s process of the QualityAssurance...

Selasa, 10/07/2018 21:51:26
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk...

7 Pilar MBS
6. Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen hubungan sekolah dan masyarakat berbasis sekolah adalah pengaturan hubungan sekolah dan masyarakat yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan hubungan sekolah dan masyarakat, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip...
Informasi Terbaru
Penelitian
Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan
Raden Bambang Sumarsonorbamsum@gmail.comUniversitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri Se-Malang Raya,...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
5 tahun yang lalu - dibaca 19976 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
5 tahun yang lalu - dibaca 20236 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
5 tahun yang lalu - dibaca 22847 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
5 tahun yang lalu - dibaca 34604 kali
Info MBS
Ini Dia Pak Khasbi, Dari Pelosok yang Menjadi Guru Berprestasi Se-Jateng
Ini Dia Pak Khasbi, Dari Pelosok yang...
2 tahun yang lalu - dibaca 7278 kali
 Guru Diminta Arahkan Siswa Ciptakan Aplikasi Inovatif
Guru Diminta Arahkan Siswa Ciptakan...
2 tahun yang lalu - dibaca 6598 kali
Mengagumkan, Sururi dengan Kudanya Ajak Anak-Anak Gemar Membaca
Mengagumkan, Sururi dengan Kudanya Ajak...
2 tahun yang lalu - dibaca 5507 kali
MBS Kunci Pengembangan Sekolah
MBS Kunci Pengembangan Sekolah
2 tahun yang lalu - dibaca 8043 kali
Mengelola Budaya Baca Tanggung Jawab Semua Pihak
Mengelola Budaya Baca Tanggung Jawab...
2 tahun yang lalu - dibaca 5934 kali
Program Bandung Masagi, Dekatkan Siswa Lewat Pendidikan Karakter
Program Bandung Masagi, Dekatkan Siswa...
2 tahun yang lalu - dibaca 7815 kali
Guru Ini Manfaatkan Teknologi Dukung Pembelajaran Siswa
Guru Ini Manfaatkan Teknologi Dukung...
2 tahun yang lalu - dibaca 5481 kali
SE Mendikbud tentang Penerapan Regulasi Baru di Tahun Pelajaran 2016/2017
SE Mendikbud tentang Penerapan Regulasi...
2 tahun yang lalu - dibaca 6409 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2018 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.54 Mb - Loading : 7.42864 seconds