Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Perencanaan Manajemen Layanan Khusus Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Berbasis Sekolah

Minggu, 06/06/2015 11:02:22

1114gallery-photo.JPG

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah bentuk otonomi manajemen pendidikan pada satuan pendidikan, yang dalam hal ini kepala sekolah dan guru dibantu oleh komite sekolah dalam mengelola kegiatan pendidikan [Penjelasan Pasal 51 Ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional]. Esensi MBS adalah pemberian otonomi sekolah dalam rangka peningkatan mutu sekolah. Otonomi sekolah juga dapat diartikan sebagai pemberian kewenangan yang lebih mandiri pada sekolah yang mengandung makna swakarsa, swakarya, swadana, swakelola, dan swasembada (Kemendikbud, 2013: 7). Komponen dalam MBS meliputi, Kurikulum dan pembelajaran; Peserta didik; Pendidik dan tenaga kependidikan; sarana dan prasarana; pembiayaan; hubungan sekolah dengan masyarakat; dan Budaya dan lingkungan sekolah.

Menurut Kemendikbud (2013: 25), manajemen sarana dan prasarana berbasis sekolah adalah pengaturan sarana dan prasarana yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan sarana dan prasarana di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi manajemen berbasis sekolah.

UKS merupakan salah satu program kegiatan sarana dan prasarana sekolah. Menurut UNICEF dalam manajemen sarana dan prasarana berbasis sekolah, sekolah memiliki ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dengan luas dan sarana sesuai ketentuan, yaitu:

a)  Memiliki ruang UKS dengan luas dan sarana sesuai ketentuan,
b)  Memiliki ruang UKS dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan,
c)  Memiliki ruang UKS dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan,
d)  Memiliki ruang UKS dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan,
e)  Tidak memiliki ruang UKS.

UKS adalah wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selajutnya membentuk perilaku hidup sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah (Materi UKS SDN Pandanwangi 1, 2008). Sedangkan menurut Noya (1983:1), UKS pada hakekatnya adalah usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan di sekolah-sekolah. Menurut Sarah (2012:1), UKS adalah usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh (comprehensive) dan terpadu (integrative).

Tujuan layanan kesehatan sekolah secara umum adalah untuk menjaga dan mengusahakan para personil sekolah, khususnya para siswa agar bisa menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah (Wiyono, 1999: 12). Untuk tujuan khusus layanan kesehatan sekolah, meliputi:

1. Mengetahui dan mendukung perkembangan serta pertumbuhan anak didik.
2. Mengetahui gangguan/kelainan sedini mungkin.
3. Mencegah penyakit menular.
4. Mengobati anak didik sedini mungkin.
5. Merehabilitasi peserta didik.

Dari beberapa pengertian di atas maka dapat dijabarkan mengenai tujuan dari UKS. Tujuan UKS sama dengan tujuan masyarakat pada umumnya, yang pada garis besarnya meliputi mempertinggi derajat kesehatan, sehingga dapat memberi kesempatan kepada anak untuk tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal dalam membentuk manusia Indonesia seutuhnya.

Perencanaan adalah proses menetapkan tujuan, kegiatan, sumber daya, waktu, tempat dan prosedur penyelenggaraan komponen manajemen berbasis sekolah. Syarat-syarat perencanaan dalam manajemen sekolah meliputi: (1) tujuan yang jelas, (2) sederhana, (3) realistis, (4) praktis, (5) terinci, (6) fleksibel, (7) menyeluruh, dan (8) efektif dan efisien (Kemendikbud, 2013: 15).Dalam merencanakan manajemen sarana dan prasarana berbasis sekolah, dalam hal ini khususnya UKS, sekolah sebagai pelaksana UKS harus memenuhi syarat yang wajib dipenuhi, yaitu menurut Sumarti (2008:1):

1. Mempunyai Surat Keputusan Tim Pelaksana UKS dari Kepala Sekolah;
2. Mempunyai guru yang telah ditatar materi UKS;
3. Mempunyai ruang UKS beserta perlengkapannya;
4. Mempunyai KKR (Kader Kesehatan Remaja) yang sudah ditatar dengan jumlah minimal 10% dari seluruh siswa;
5. Melaksanakan TRIAS UKS dalam hidup sehari-hari.     

UKS memang dilaksanakan di tiap tingkatan lembaga sekolah mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan sederajat. UKS tidak dilaksanakan secara asal-asalan, ada aturan atau syarat yang harus dipenuhi lembaga sekolah sebagai pelaksana UKS. Apabila lima syarat itu sudah dipenuhi, maka lembaga sekolah tersebut sudah dapat disebut sebagai pelaksana UKS.

Pada awal tiap tahun ajaran, program kesehatan sekolah haruslah direncanakan secara terperinci (Kusmintardjo, 1991:42). Ketiga unsur atau aspek, yaitu:

1.  Pelayanan Kesehatan Sekolah (Health Service in School)

Fase ini meliputi: pemeriksaan dan prosedur-prosedur yang perlu untuk menentukan keadaan kesehatan anak, follow up untuk memperbaiki cacat tubuh, pelayanan bimbingan kesehatan bagi semua murid sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, pemilihan murid-murid yang memerlukan sekolah (kelas) yang khusus karena kesehatannya, pengawasan teknis terhadap kelas-kelas itu, pengawasan kesehatan guru-guru, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), dan pencegahan penyakit menular.

2.  Lingkungan Kehidupan Sekolah yang Sehat (Healthful School Living), meliputi:

1)   Sanitasi lingkungan untuk menjamin persediaan air yang bersih, pembuangan kotoran, dan sebagainya.
2)   Pengaturan kegiatan sekolah yang sehat, yang meliputi:

a)    Lama waktu belajar, jam pelajaran, jam bermain;
b)   Urutan kegiatan belajar;
c)    Pekerjaan rumah;
d)   Jumlah murid dalam kelas, disiplin dan hukuman;
e)    Ekstrakurikuler;
f)    Pemilihan alat-alat pelajaran.

3)   Menjaga lingkungan emosional yang sehat, dengan hubungan guru-murid yang baik, antar kelompok, perbedaan individual, dan penyesuaian kurikulum.

3.  Pendidikan Kesehatan (Health Education)

Menanamkan kebiasan hidup sehat kepada anak didik agar dapat betanggung jawab terhadap kesehatn diri sendiri serta lingkungannya dan ikut aktif di dalam usaha-usaha kesehatan antara lain dalam:

1)   Kebersihan perorangan dan lingkungan;
2)   Pencegahan dan pemberantasan penyakit;
3)   Pencegahan kecelakaan dan pertolongan pertama pada kecelakaan;
4)   Perawatan orang sakit dirumah.

Dengan memenuhi standar persyaratan sekolah dan program kegiatan dalam merencanakan sebuah UKS, maka perencanaan UKS berdasarkan manajemen berbasis sekolah akan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Sehingga dapat tercapainya tujuan MBS, yaitu meningkatkan kemandirian sekolah melalui pemberian kewenangan yang lebih besar dalam mengelola sumberdaya sekolah, dan mendorong keikutsertaan semua kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah dalam pengambilan keputusan untuk peningkatan mutu sekolah.

 Oleh : Fadhilah Hilda, 110131436506

Daftar Rujukan

  • SDN Pandanwangi 1 Malang. 2008. Materi UKS. Malang: SDN Pandanwangi 1 Malang
  • Panduan Nasional MBS-SD: Panduan Pembinaan Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar BUKU 1. (Online), (http://mbscenter.or.id/index.php?r=site/pagerepository&page_action=document) diakses pada 16 Desember 2013.
  • Pengelolaan Layanan Khusus di Sekolah (Jilid I). Malang: Universitas Negeri Malang
  • Noya, P. 1983. Pedoman Guru Kesehatan Sekolah Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
  • Makalah Usaha Kesehatan Sekolah, (online). (http://sarah14api.blogspot.ca/2012/10makalah -usaha-kesehatan-sekolah.html, diakses 15 Desember 2013).
  • Usaha Kesehatan Sekolah, (online). (http://sekolahinovatif.blogdetik.com/2008/09/10/usaha-kesehatan-sekolah.html , diakses 15 Desember 2013)

 


Posting oleh Fadhilah Hilda 3 tahun yang lalu - Dibaca 13125 kali

 
Tag : #UKS # Sekolah # Layanan Unit Khusus Kesehatan # Unit Kesehatan Sekolah # MBS

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 16/06/2018 19:09:00
HAMBATAN IMPLEMENTASI PROGRAM KERJA KOMITE SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PERAN SERTA MASYARAKAT

Abstract Tujuan penelitian untuk mengetahui hambatan implementasi program kerja komite sekolah untuk meningkatkan...

Minggu, 03/06/2018 13:11:25
MANAJEMEN PELATIHAN VOKASIONAL BAGI PENYANDANG DISABILITAS DAKSA

Abstract Abstrak: This research study was aimed at describing the implementation of the managementof the...

7 Pilar MBS
6. Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen hubungan sekolah dan masyarakat berbasis sekolah adalah pengaturan hubungan sekolah dan masyarakat yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan hubungan sekolah dan masyarakat, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip...
Informasi Terbaru
Penelitian
Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan
Raden Bambang Sumarsonorbamsum@gmail.comUniversitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri Se-Malang Raya,...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
5 tahun yang lalu - dibaca 19625 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
5 tahun yang lalu - dibaca 19803 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
5 tahun yang lalu - dibaca 22311 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
5 tahun yang lalu - dibaca 34007 kali
Info MBS
 Guru Diminta Arahkan Siswa Ciptakan Aplikasi Inovatif
Guru Diminta Arahkan Siswa Ciptakan...
2 tahun yang lalu - dibaca 6404 kali
Mengagumkan, Sururi dengan Kudanya Ajak Anak-Anak Gemar Membaca
Mengagumkan, Sururi dengan Kudanya Ajak...
2 tahun yang lalu - dibaca 5310 kali
MBS Kunci Pengembangan Sekolah
MBS Kunci Pengembangan Sekolah
2 tahun yang lalu - dibaca 7767 kali
Mengelola Budaya Baca Tanggung Jawab Semua Pihak
Mengelola Budaya Baca Tanggung Jawab...
2 tahun yang lalu - dibaca 5658 kali
Program Bandung Masagi, Dekatkan Siswa Lewat Pendidikan Karakter
Program Bandung Masagi, Dekatkan Siswa...
2 tahun yang lalu - dibaca 7593 kali
Guru Ini Manfaatkan Teknologi Dukung Pembelajaran Siswa
Guru Ini Manfaatkan Teknologi Dukung...
2 tahun yang lalu - dibaca 5307 kali
SE Mendikbud tentang Penerapan Regulasi Baru di Tahun Pelajaran 2016/2017
SE Mendikbud tentang Penerapan Regulasi...
2 tahun yang lalu - dibaca 6277 kali
Galang Program Orang Tua Mengajar
Galang Program Orang Tua Mengajar
2 tahun yang lalu - dibaca 5950 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2018 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.55 Mb - Loading : 7.22037 seconds