Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

PERENCANAAN LAYANAN KHUSUS BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS SEKOLAH

Kamis, 19/12/2013 10:39:29

PERENCANAAN LAYANAN KHUSUS BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS SEKOLAH

 

Oleh:

Mifta Khurrahmah Damayati

Jurusan AP FIP UM, Jalan Semarang 05 Malang

 

Pendidikan di sekolah tidak senantiasa berjalan dengan lancar. Adakalanya peserta didik merasa jenuh, kesulitan dalam belajar, dan mengalami kendala-kendala lainnya dalam pembelajran. Hal ini tentu menjadi permasalahan yang harus dihadapi bersama. Layanan khusus yang terdapat di sekolah untuk menangani masalah ini adalah layanan khusus bimbingan dan konseling.

Bimbingan merupakan proses pemberian bantuan kepada individu yang dlakukan secara berkesinambungan, agar individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri (Sukardi dan Kusmawati, 2008:1-2). Sedangkan konseling merupakan hubungan timbal balik antara dua orang individu, dimana konselor membantu konseli untuk mencapai pengertian dirinya sendiri dalam hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapinya. Jadi, bimbingan dan konseling merupakan pelayanan bantuan untuk siswa dengan menciptakan kondisi yang kondusif agar individu dapat berkembang secara baik melalui bimbingan belajar, dan bimbingan sosial (Suhaili, 2009: 75-76).

Layanan khusus bimbingan dan konseling yang baik dalam pelaksanaannya, maka dalam perencanaannya juga harus baik, matang,dan sistematis agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. perencanaan sendiri merupakan proses awal untuk menentukan kegiatan apa saja yang hendak disusun, strategi apa saja yang digunakan, siapa saja yang menyusun, banyaknya biaya yang dibutuhkan, sampai dengan menyusun evaluasi. Dalam perencanaan kegiatan bimbingan dan konseling ada beberapa aspek kegiatan yang perlu diperhatian menurut Enha (2010:1) yaitu: 1) The precence of a need (kebutuhan secara langsung), 2) An analysis of the situation (sebuah analisis dari situasi), 3) A review of alternate possibilities (jalan lain dari kemungkinan), dan 4) The choice of a course of action (memilih jenis kegiatan).

Program yang dibuat untuk pelaksanaan nantinya harus memiliki kejelasan arah, memudahkan dalam pengevaluasiannya, dan program dibuat secara berkesinambungan, karena bukan berarti pelayanan bimbingan dan konseling hanya dilakukan ketika ada permasalahan yang dihadapi peserta didik saja. Dengan kejelasan program ini maka tujuan dari bimbingan dan konseling dapat tercapai dan pelaksanaan bimbingan dan konseling dapat berjalan secara lancar, efektif dan efisien.

Ada beberapa aspek penting yang perlu dilakuakn dalam kegiatan bimbingan dan konseling menurut Enha (2010:1) yaitu: 1) Analisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh siswa, 2) Penentuan tujuan program layanan bimbingan yang hendak dicapai, 3) Analisis situasi dan kondisi sekolah, 4) Penentuan jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan, 5) Penetapan metode dan teknik yang akan digunakan dalam kegiatan, 6) Penetapan personel-personel yang akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan, 7) Persiapan fasilitas dan biaya pelaksanaan kegiatan-kegiatan bimbingan yang direncanakan, dan 8) Perkiraan tentang hambatan-hambatan yang akan ditemui dan usaha-usaha apa yang akan dilakukan dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

Pada perencanaan program bimbingan dan konseling, perumus program juga harus mempertimbangkan waktu untuk menyusun, pelaksanaan, analisis, evaluasi dan menindaklanjuti hasil dari program tersebut. Selain itu disusun juga rencana fasilitas yang dibutuhkan, baik berupa sarana maupun fasilitas teknis (data). Pada prinsipnya penyusunan program bimbingan dan konseling berbasis sekolah didasarkan pada kebutuhan siswa sebagai prioritas, anggaran dan tenaga profesional bimbingan dan konseling, serta bentuk-bentuk kegiatan yang akan dilakukan dengan berdasarkan prosedur yang ada. Dengan adanya perencanaan program bimbingan dan konseling maka ada beberapa keuntungan yang diperoleh yaitu, setiap guru pembimbing memiliki tugas dan peran yang jelas, penyediaan sarana yang diperlukan, pelayanan lebih mudah karena telah terprogramkan, adanya kejelasan program, dan memudahkan dalam evaluasinya.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam perencanaan program bimbingan dan konseling menurut Nurmelly (2011:3), yaitu: 1) Berdasarkan kebutuhan bagi pengembangan peserta didik sesuai dengan kondisi pribadinya, serta jenjang dan jenis pendidikannya, 2) Lengkap dan menyeluruh, artinya memuat segenap fungsi bimbingan, 3) Sistematis, 4) Terbuka dan luwes, artinya mudah menerima masukan untuk pengembangan dan penyempurnaan, 5) Memungkinkan kerjasama dengan pihak-pihak terkait, dan 6)Memungkinkan diselenggarakan penilaian dan tindak lanjut

Dengan adanya perencanaan layanan khusus bimbingan dan konseling berbasis sekolah, diharapkan, kejelasam tujuan program dan tercapainya tujuan tersebut dalam pelasaknaannya.


DAFTAR RUJUKAN

Enha, A.Z. 2010. Perencanaan BK. (Online), (http://inezenha.blogspot.com/2010/10/perencanaan-bk.html), diakses 19 Desember 2013.

Nurmelly, N. 2011. Penyusunan Program BK Berbasis Sekolah. (Online),(http://sumsel.kemenag.go.id/file/file/TULISAN/ihdf1345295071.pdf), diakses 19 Desember 2013.

Suhaili, N. 2009. Pelayanan Bimbingan dan Konseling Berorientasi Khalifah Fil Ardh. Bandung: Alfabeta.

Sukardi, D.K., dan Kusmawati, D.P.E.N. 2008. Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Posting oleh Mifta Khurrahmah Damayati 7 tahun yang lalu - Dibaca 15379 kali

 
Tag : #perencanaan # manajemen # bimbingan dan konseling

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 30/12/2019 09:33:27
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGOPTIMALKAN PARTISIPASI ORANGTUA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SEKOLAH

  Abstract Abstract: this study aims to describe the principal's strategy in optimizing the participation...

Minggu, 29/12/2019 15:21:17
Mendikbud Tetapkan Empat Pokok Kebijakan Pendidikan “Merdeka Belajar”

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/mendikbud-tetapkan-empat-pokok-kebijakan-pendidikan-merdeka-belajar

7 Pilar MBS
5. Manajemen Pembiayaan Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen pembiayaan berbasis sekolah adalah pengaturan pembiayaan yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan pembiayaan di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi manajemen berbasis sekolah. Standar...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
7 tahun yang lalu - dibaca 27043 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
7 tahun yang lalu - dibaca 27125 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
7 tahun yang lalu - dibaca 31043 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
7 tahun yang lalu - dibaca 43306 kali
Info MBS
Workshop Tim Pengembang Bimtek EDS dan MBS
Workshop Tim Pengembang Bimtek EDS dan...
5 tahun yang lalu - dibaca 27304 kali
Kemendikbud Ajak Guru dan Orang Tua Bersinergi Wujudkan Lingkungan Anti Kekerasan Anak
Kemendikbud Ajak Guru dan Orang Tua...
5 tahun yang lalu - dibaca 19362 kali
Kota Probolinggo Siap Terapkan Good Governance
Kota Probolinggo Siap Terapkan Good...
5 tahun yang lalu - dibaca 30168 kali
Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan
Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan...
5 tahun yang lalu - dibaca 30323 kali
Membuat Program Kerja Sekolah Yang Baik
Membuat Program Kerja Sekolah Yang Baik
5 tahun yang lalu - dibaca 38342 kali
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
5 tahun yang lalu - dibaca 51849 kali
USAID Prioritas Latih 8 Kepsek di Parepare Manajemen Berbasis Sekolah
USAID Prioritas Latih 8 Kepsek di...
5 tahun yang lalu - dibaca 29539 kali
Kurikulum 2013: Siswa Kelas 1 SD Lebih Ceria dan Tak Rewel
Kurikulum 2013: Siswa Kelas 1 SD Lebih...
6 tahun yang lalu - dibaca 37228 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2020 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.48 Mb - Loading : 3.99913 seconds