Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Manajemen Layanan Khusus Ekstrakurikuler

Kamis, 19/12/2013 08:50:29

24pmr.png

 
Manajemen Layanan Khusus Ekstrakurikuler 

oleh
Annisa Putri Kusuma Lestari
   
 

Menurut Mulyono (2008), manajemen kegiatan ekstrakurikuler adalah seluruh proses yang direncanakan dan diusahakan secara terorganisir mengenai kegiatan sekolah yang dilakukan di luar/di dalam kelas dan di luar jam pelajaran (kurikulum) untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki peserta didik, baik berkaitan dengan aplikasi ilmu pengetahuan yang didapatkannya maupun dalam mengembangkan potensi dan bakat yang ada dalam diri peserta didik melalui kegiatan-kegiatan yang wajib maupun pilihan.

Adapun tujuan kegiatan ekstrakurikuler, yaitu:

  1. Mengembangakan potensi dan kemampuan peserta didik melalui bakat, minat, dan kreativitasnya.
  2. Menumbuhkan kepribadian siswa yang baik dan bermanfaat, agar terhindar dari pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan.
  3. Mengaktualisasikan potensi siswa dalam pencapaian prestasi unggulan sesuai bakat dan minat.
  4. Menjadikan peserta didik sebagai masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat madani.

Adapun fungsi kegiatan ekstrakurikuler, yaitu:

  1. Mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik.
  2. Mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.
  3. Mengembangkan suasana rileks, menggembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.
  4. Mengembangkan kesiapan karir peserta didik.

Sasaran kegiatan ini adalah seluruh peserta didik di sekolah. Pengelolaannya dilakukan oleh peserta didik itu sendiri dan dibantu oleh guru pembimbing. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini dilakukan di luar jam pelajaran formal.

Jenis kegiatan ekstrakurikuler harus dikembangkan sesuai tingkat pemahaman dan kemampuan peserta didik. Sehingga melalui kegiatan tersebut, peserta didik mampu belajar untuk memecahkan masalah-masalah yang berkembang di lingkungannya.

Kegiatan ekstrakurikuler harus dirancang secara kreatif oleh pihak sekolah guna memaksimalkan potensi dan bakat yang dimiliki peserta didik dengan mengutamakan muatan-muatan yang dijadikan patokan, yaitu:

  1. Program Keagamaan. Peningkatan kesadaran moral beragama peserta didik. diantaranya pesantren kilat, tadarus, shalat berjamaah, shalat terawih, latihan dakwah, baca tulis Al-Qur’an, pengumpulan zakat, dll, atau melalui program keaagamaan yang secara terintegrasi dengan kegiatan lain, misalnya: latihan nasyid, seminar, dll.
  2. Pelatihan Profesional. Ditujukan pada pengembangan kemampuan nilai tertentu bermanfaat bagi peserta didik dalam pengembangan keahlian khusus. Misalnya: aktivitas jurnalistik, kaderisasi kepemimpian, pelatihan manajemen, dan kegiatan sejenis yang membekali kemampuan professional peserta didik.
  3. Organisasi Siswa. Menyediakan sejumlah program guna mengmbangkan kemampuan peserta didik dengan melatih kebiasaan hidup berorganisasi. Misalnya: OSIS, PMR, Pramuka, kelompok pecinta alam, PASKIBRA, dll.
  4. Rekreasi pada Waktu Luang. Rekreasi tidak hanya sekedar berkunjung pada suatu tempat yang indah atau unik, tetapi dalam kegiatan ini perlu dikembangkan cara-cara menulis laporan singkat tentang apa yang disaksikan untuk kemudian dijadikan bahan diskusi di kelas. Demikian pula waktu luang, perlu diisi dengan kegiatan olahraga atau hiburan yang dikelola dengan baik.
  5. Kegiatan Kultural/Budaya. Kegiatan yang berhubungan dengan penyadaran peserta didik tehadap nilai-nilai budaya. Kegiatan orasi seni, kursus seni, kunjungan ke museum, kunjungan ke candi atau tempat-tempat bersejarah lainnya merupakan program kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan.
  6. Program Perkemahan. Kegiatan ini mendekatkan peserta didik dengan alam. Misalnya: kegiatan seperti perlombaan olahraga, kegiatan intelektual, uji ketahanan, uji keberanian, dll.
  7. Program Live in Exposure. Program yang sengaja dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyingkap nilai-nilai yang berkembang di masyarakat serta kehidupan masyarakat untuk beberapa lama. Mereka aktif mengamati, melakukan wawancara dan mencatat nilai-nilai yang berkembang di masyarakat, kemudian menganalisis nilai-niali itu dalam kaitannya dengan kehidupan di sekolah.

Evaluasi program kegiatan ekstrakurikuler dimaksudkan untuk mengumpulkan data atau informasi mengenai tingkat keberhasilan yang dicapai oloeh peserta didik. Penilaian dapat dilakukan sewaktu-waktu untuk menetapkan tingkat keberhasilan siswa pada tahap-tahap tertentu dan untuk jangka waktu tertentu berkenaan dengan proses dan hasil kegiatan ekstrakurikuler. Penilaian program ekstrakurikuler menekankan pada penilaian/tes tindakan yang dapat mengungkapkan tingkat unjuk perilaku belajar/kerja siswa. Penetapan tingkat keberhasilan untuk program ekstrakurikuler didasarkan atas standar minimal tingkat penguasaan kemampuan yang disyaratkan dan bersifat individual.

Penilaian secara inklusif mempertimbangkan pembentukan kepribadian yang terintegrasi, jiwa kemandirian atau kewirausahaan, sikap dan etos perilaku belajar/kerja dan disiplin siswa dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Juga, perilaku itu mempertimbangkan kemahiran dalam pemecahan masalah dan berkomunikasi; mempertimbangan strandard keadilan dan keragaman secara individual bagi setiap siswa; dan mempertimbangkan tingkat partisipasi aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan. Penilaian dilakukan dengan memandang bobot yang sama baik terhadap proses dan hasil akhir dari setiap kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan. Penilaian melalui pemberian tugas secara bervariasi dan dinamis akan mendorong tumbuhnya rasa tanggung jawab yang tinggi. Ujian kemampuan atau tingkat kemahiran yang telah dicapai siswa dan sertifikasi, dilakukan secara bersama sehingga dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

Salah satu contoh kegiatan ekstrakurikuler yaitu Palang Merah Remaja (PMR). PMR adalah sebuah wadah atau organisasi pelajar yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pelayanan-pelayanan kesehatan dan medis terhadap para korban atau pasien yang membutuhkan pertolonan, baik di lingkungan internal sekolah maupun masyarakat yang berada di sekitarnya. Peran dan fungsi organisasi ini juga sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), dan dalam banyak hal PMR bekerja sama dengan PMI untuk mengembangkan program-program pelayanan kesehatan dan medis kepada masyarakat.

Tujuan dikembangkannya kegiatan PMR ini adalah:

  1. Membentuk sebuah wadah di sekolah yang siap dan terampil dalam melakukan pelayanan kesehatan dan medis terhadap masyarakat, khususnya untuk teman di sekolah.
  2. Membentuk mental dan karakter peserta didik sehingga memiliki kepekaan dan solidaritas sosial yang tinggi serta siap berkorban demi kepentingan orang lain.
  3. Menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan pada diri peserta didik sehingga senantiasa siap berbuat baik dan memberi manfaat kepada sesamanya.

Sebagai mitra, abdi dan pelayan masyarakat, kegiatan yang dilakukan PMR antara lain:

  1. Melayani masyarakat sekolah maupun masyarakat sekitar kapan dan dimanapun dibutuhkan pada tahap pertolongan pertama.
  2. Mengadakan program pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
  3. Mengadakan pelatihan pelayanan kesehatan dan medis kepada masyarakat, baik untuk tenaga sukarelawan, anggota PMR sendiri, maupun untuk para peserta didik secara umum.
  4. Mengadakan penyuluhan dan bimbingan tentang tata cara hidup yang bersih dan sehat serta tata cara pengobatan beberapa penyakit ringan.

Berdasarkan semua kegiatan yang diadakan di sekolah, sekolah sebagai pengelola kegiatan pendidikan mempunyai tanggung jawab dalam mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik. Salah satu cara yang dapat dilakukan sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler.


Daftar Rujukan

Mulyono. 2008. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

 

 

Posting oleh Annisa Putri Kusuma Lestari 6 tahun yang lalu - Dibaca 8423 kali

 
Tag : #

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Kamis, 22/11/2018 16:05:48
APBN 2019, Anggaran Pendidikan Rp 492 Triliun, Terbesar untuk Agama

Pemerintah terus mengoptimalkan pendidikan untuk anak bangsa. Setiap tahun di APBN selalu dianggarkan 20 persen....

Senin, 12/11/2018 16:01:20
Asah Bakat Sejak Dini, Anak Tumbuh Jadi Remaja Hebat

Para orang tua didorong untuk bisa mengetahui dan memahami bakat yang dimiliki anak sejak dini. Dengan memiliki...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
6 tahun yang lalu - dibaca 24395 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
6 tahun yang lalu - dibaca 24680 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
6 tahun yang lalu - dibaca 28102 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
6 tahun yang lalu - dibaca 40430 kali
Info MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
6 tahun yang lalu - dibaca 68712 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
6 tahun yang lalu - dibaca 51597 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
6 tahun yang lalu - dibaca 76553 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
6 tahun yang lalu - dibaca 56990 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
4 tahun yang lalu - dibaca 54394 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
4 tahun yang lalu - dibaca 63847 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
6 tahun yang lalu - dibaca 55706 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
6 tahun yang lalu - dibaca 40608 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2019 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.59 Mb - Loading : 4.54581 seconds