Panduan Penggunaan Sistem


 

Blogging

Pada tahun 1999, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), UNESCO dan UNICEF bersama-sama mengembangkan program Menciptakan Masyarakat Peduli Pendidikan Anak (CLCC) sebagai model untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui penerapan tiga pilar (Manajemen Sekolah transparan; Aktif, Efektif dan Menyenangkan Belajar - PAKEM, dan PSM yang kuat). Tujuan menyeluruh dari program PKBA adalah untuk mendukung pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 51 dan 56 UU Pendidikan 20/2003.

Hingga tahun 2005, dengan dukungan dari UNICEF dan UNESCO, pemerintah telah mampu membangun model MBS yang menekankan peningkatan pelaksanaan tiga pilar. Pada fase kedua pelaksanaan (2007 - 2010), program ini bergeser untuk memberikan peningkatan kapasitas dan advokasi yang dapat mendukung MBS pelembagaan di tingkat nasional dan sub-nasional dengan kurang penekanan pada penyediaan intervensi langsung di tingkat sekolah.

Keberhasilan pelaksanaan PKBA dalam mengembangkan Model MBS telah mengilhami penerbitan peraturan pemerintah dan peraturan yang mendukung pelaksanaan prinsip-prinsip MBS di semua sekolah dasar di Indonesia. Keberhasilan MPPA juga telah mengilhami mitra pembangunan lainnya untuk mengadopsi dan melaksanakan program dengan beberapa penyesuaian. Hingga saat ini ada berbagai model MBS diterapkan di sekolah-sekolah di banyak kabupaten dengan dukungan dari berbagai mitra pembangunan dan pemerintah daerah sendiri.

Selain pembentukan model MBS, ada banyak bahan pedoman, pelatihan, advokasi, dan dokumentasi yang telah dihasilkan dalam mendukung pelaksanaan MBS. Ada juga banyak alat dan instrumen yang dihasilkan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi atas kemajuan MBS. Berbagai penelitian tentang MBS telah dilakukan juga menunjukkan dampak positif dari MBS dalam meningkatkan kinerja sekolah dan siswa. Namun demikian, semua bahan ini masih tersebar dan belum disimpan secara sistematis yang dapat menghambat penyebaran lebih lanjut dan keberlanjutan pelaksanaan MBS. Ada kebutuhan dari pusat sumber daya yang dapat berfungsi sebagai sumber MBS yang menjaga dan memelihara semua dokumen dan data MBS terkait dan juga memfasilitasi studi dan pengembangan program dari waktu ke waktu belajar.

Dalam rangka untuk mengatasi kebutuhan di atas, UNICEF bekerjasama dengan Direktorat Pengelolaan PS, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mendukung pengembangan pusat sumber daya MBS yang akan dibentuk di Universitas Malang (UM). Keputusan untuk mendirikan pusat sumber daya MBS di Universitas Malang didasarkan pada pertimbangan bahwa UM memiliki pengalaman pengetahuan yang kuat, dan kapasitas di bidang Manajemen Sekolah, yang membuat universitas akan dapat memainkan peran strategis dalam pembangunan, pemeliharaan, dan peningkatan program Manajemen Berbasis Sekolah. Selain itu, UM sebagai lembaga universitas juga terikat oleh mandat mereka untuk terus melakukan pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat di daerah yang berkaitan dengan keahlian mereka. Dengan membangun pusat resource MBS di Universitas Malang, diharapkan UM dapat memainkan peran utama dalam pelaksanaan, pengembangan, dan evaluasi program MBS di sekolah dasar.


Created : 2014-10-27 09:44:49, Last Update : 0000-00-00 00:00:00 read 3138 times
Tag : #

Informasi Terkait